Monumen Bandung Lautan Api dibangun untuk mengenang peristiwa heroik tersebut. Proyek ini dimulai pada tahun 1980-an, diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bandung bersama para veteran pejuang kemerdekaan.
Tegallega dipilih sebagai lokasi pembangunan karena tempat tersebut merupakan titik penting dalam peristiwa Bandung Lautan Api.
Pembangunan monumen dimulai pada tahun 1981 dan memakan waktu beberapa tahun hingga diresmikan pada 24 Maret 1995 oleh Presiden Soeharto.
Pemilihan tanggal peresmian ini berdekatan dengan peringatan ke-49 peristiwa Bandung Lautan Api, menjadikannya momen yang penuh makna.
Ketinggian monumen, yaitu 45 meter, mengacu pada tahun kemerdekaan Indonesia, 1945.
Makna Simbolik
Setiap elemen dari Monumen Bandung Lautan Api memiliki makna mendalam.
Dasar monumen berbentuk lingkaran dikelilingi relief yang menggambarkan peristiwa Bandung Lautan Api, perjuangan rakyat, serta penderitaan dan semangat kolektif warga Bandung saat itu.
Tak jauh dari monumen, terdapat lapangan luas dan taman, menjadikannya tempat berkumpul warga dan sarana edukasi sejarah.
Anak-anak sekolah hingga wisatawan lokal sering datang untuk mengenal sejarah bangsa secara langsung.
Fungsi Edukasi dan Pariwisata
BACA JUGA:Renaissance Lonceng Kebangkitan Eropa yang Mengubah Sejarah Dunia
Selain sebagai simbol sejarah, Monumen Bandung Lautan Api juga berfungsi sebagai tempat pendidikan sejarah bagi generasi muda.
Di sisi lain, kawasan Tegallega juga difungsikan sebagai ruang terbuka publik yang ramah keluarga, sehingga monumen ini tidak hanya menyimpan makna historis tetapi juga berperan dalam pengembangan sosial dan budaya masyarakat Bandung.
Warisan yang Tak Terlupakan