Artefak ini dikenal sebagai "Rakit Muisca" dan menggambarkan upacara pengangkatan pemimpin suku Muisca.
Dengan desain yang rumit dan simbolik, rakit tersebut menunjukkan sosok pemimpin di tengah-tengah tokoh-tokoh kecil yang sedang mendayung.
Kilau keemasan dan deta3. Harta Karun Panagyurishteilnya menjadikannya salah satu karya seni logam kuno paling ikonik.
BACA JUGA:Deteksi Personel Kecanduan Judol, Diam Diam Propam Sidak Handphone Jajaran
BACA JUGA:Motorola Edge 60 Fusion, Siap Jadi Game-Changer di Segmen Midrange
Ditemukan di Bulgaria pada tahun 1949 oleh tiga bersaudara, harta karun ini terdiri dari sembilan benda emas: phiale, amphora, dan tujuh rhyton.
Keseluruhan benda ini dibuat dari emas 23 karat dan diperkirakan berasal dari abad ke-4 hingga ke-3 SM.
Harta karun Panagyurishte kemungkinan digunakan dalam upacara kerajaan oleh bangsa Thracia dan kini menjadi koleksi berharga yang dipamerkan di Museum Sejarah Nasional Sofia, Bulgaria.
4. Batangan Emas Pepita Canaa
Pada tahun 1983, sebuah bongkahan emas besar ditemukan di Serra Pelada, Brasil.
BACA JUGA:Terungkap Mobil Listrik Bukan Sekadar Tren, tapi Revolusi Transportasi Dunia
BACA JUGA:Kaca Mobil Tergores? Ini Trik Ampuh Bikin Tampilan Mulus Kembali!
Dikenal sebagai Pepita Canaa, emas ini awalnya lebih besar dari 65 kilogram, tetapi sebagian hancur saat proses evakuasi.
Meskipun demikian, bagian terbesar dari temuan ini masih tersimpan dan dipamerkan di Museum Brasilia, dan dikenal sebagai salah satu bongkahan emas alami terbesar yang pernah ditemukan.
5. Harta Emas Baktria
Pada 1978, penggalian arkeologi di Tillya Tepe, Afghanistan, mengungkap lebih dari 20.000 artefak dari emas, perak, batu mulia, hingga gading. Penggalian ini dipimpin oleh arkeolog Rusia, Viktor Sarianidi.