Ambisi Kublai Khan dan Pengaruhnya di Kepulauan Indonesia: Perjalanan dari Serutu ke Singasari

Senin 19-05-2025,18:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Pasukan Mongol sempat berlabuh di Pulau Serutu selama sekitar sepuluh hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Jawa.

Sementara Prasasti Pasir Cina yang ditemukan di sisi tenggara Pulau Serutu, meskipun belum diketahui tanggal pastinya, diduga erat kaitannya dengan aktivitas militer Mongol di kawasan tersebut.

Dalam tulisan Zhang Xie berjudul Dong Xi Yang Kao, disebutkan keberadaan kolam abadi di kawasan perbukitan Karimata dan batu bertulisan, yang memperkuat dugaan keberadaan pasukan Mongol di area tersebut.

BACA JUGA:Sejarah dan Misteri Gunung Lewotobi: Kisah Cinta Terlarang, Ritual Gaib, dan Murka Alam di Flores Timur!

BACA JUGA:Jejak Sejarah Gunung Sirung: Mengenal Keunikan Vulkanik Kepulauan Alor

Invasi dan Kekalahan di Jawa

Armada Mongol berangkat dari Quanzhou pada 22 Januari 1293 dan singgah di wilayah Champa. Namun, Raja Jaya Simhwarman III tidak menyambut mereka dengan ramah, sehingga pasukan melanjutkan perjalanan ke selatan.

Pasukan singgah di Pulau Serutu dan Pulau Gelam selama hampir satu bulan, kemungkinan untuk melakukan perbaikan kapal dan menyiapkan perahu kecil guna menyusuri sungai ke pedalaman Jawa.

Mereka tiba di Karimun Jawa pada 13 Maret 1293, dan sampai di perairan Tuban pada 22 Maret.

Kampanye militer di Jawa pun dimulai, tetapi pasukan Mongol terjebak dalam konflik lokal antara Raden Wijaya, pendiri Majapahit, dengan para pendukung Singasari.

Pertempuran ini mengakibatkan sekitar 3.000 pasukan Mongol tewas. Sisanya akhirnya menarik diri dan meninggalkan Jawa pada 31 Mei 1293. Perjalanan pulang ke Quanzhou memakan waktu 68 hari.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Geurutee: Antara Legenda dan Keindahan Alam Aceh!

BACA JUGA:Menelusuri Jejak Spiritual dan Sejarah Pura Giri Arjuno di Lereng Gunung Arjuno!

Warisan Sejarah dan Pengaruh Teknologi

Sebagian kecil pasukan Mongol memilih menetap di Pulau Gelam. Keberadaan mereka kemudian dicatat oleh penjelajah Tiongkok, Wang Dayuan, sekitar empat dekade setelahnya.

Kehadiran Mongol juga diduga membawa pengaruh teknologi, terutama di bidang militer, dengan penggunaan senjata mesiu seperti meriam mulai dikenal dan dipakai oleh kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit.

Kategori :