Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam.
Di kompleks masjid ini terdapat fasilitas penunjang seperti aula serbaguna, perpustakaan, serta ruang-ruang belajar yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan arsitekturnya sekaligus belajar tentang Islam dan budaya Indonesia.
Pemerintah Kota Solo juga secara aktif menyelenggarakan kegiatan keislaman, seperti kajian, pelatihan dai, hingga program tahfidz di lingkungan masjid.
Makna Diplomatik dan Strategis
BACA JUGA:Fakta Mengejutkan, Senjata Rakyat Nusantara Sanggup Lawan Persenjataan Modern Belanda
Kehadiran Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo tidak bisa dilepaskan dari aspek strategis yang lebih luas.
Dengan adanya masjid ini, hubungan antara Indonesia dan UEA menjadi semakin kuat, terutama dalam konteks diplomasi budaya dan agama.
Lebih dari sekadar hadiah, masjid ini menjadi simbol kedekatan dua negara dalam visi pembangunan yang saling mendukung, terutama di sektor keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan.
Proyek ini juga mencerminkan semangat Islam moderat yang menjunjung tinggi toleransi dan perdamaian antarumat.
BACA JUGA:Kaya akan Keragaman Sejarah! Inilah 3 Bangunan Bersejarah di Indonesia yang Wajib Kamu Ketahui!
Warisan Baru bagi Kota Solo
Masjid Raya Sheikh Zayed kini menjadi landmark baru Kota Solo, menggambarkan perpaduan antara kemegahan arsitektur dunia Islam dan kearifan lokal.
Keberadaannya memperkaya wajah kota, baik dari sisi spiritual, budaya, maupun pariwisata. Banyak warga Solo dan sekitarnya yang merasa bangga dengan hadirnya masjid ini.
Tidak sedikit pula yang berharap agar masjid ini dapat menjadi pusat pembinaan moral dan akhlak generasi muda, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam kehidupan beragama di tengah keberagaman Indonesia.