Generasi muda semakin jarang mengenal tarian ini, terlebih dengan gempuran budaya populer yang mengalihkan perhatian dari kesenian tradisional.
Namun, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah, seniman, dan komunitas budaya Islam untuk mempertahankan eksistensi Tari Hadrat.
Pelatihan Tari Hadrat kini sering diadakan di pesantren, sekolah, serta sanggar seni. Selain itu, dalam beberapa festival budaya Islam, tarian ini kembali ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya warisan leluhur.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Misteri Pantai Nongsa: Permata Tersembunyi di Ujung Batam!
Bahkan, beberapa seniman muda mencoba mengemas Tari Hadrat dalam bentuk pertunjukan yang lebih modern tanpa meninggalkan esensi spiritual dan budayanya.
Di era digital, dokumentasi dan promosi Tari Hadrat juga mulai dilakukan melalui media sosial dan video daring.
Hal ini menjadi angin segar bagi keberlanjutan tradisi, memperkenalkan Tari Hadrat ke generasi baru serta masyarakat global.