Ranah Sindang Merdika: Menguak Sejarah dan Tradisi Besemah yang Terlupakan

Senin 12-05-2025,12:59 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Di era kolonial, wilayah yang kini menjadi Kota Pagaralam dikenal sebagai bagian dari Pasemah yang terbagi ke dalam beberapa wilayah adat, seperti Pasemah Ulu Lintang dan Pasemah Ulu Manna.

Seiring kemerdekaan, kawasan ini kemudian masuk dalam Kawedanan Tanah Pasemah, dan melalui Undang-Undang No. 22 Tahun 1963 serta peresmian pada 15 Januari 1992, Pagaralam akhirnya menjadi Kota Administratif.

Ciri khas kota ini sangat lekat dengan identitas suku Besemah, yang dikenal sebagai masyarakat yang mandiri dan punya semangat perjuangan tinggi.

BACA JUGA:Sejarah Misteri Danau Laut Tawar: Legenda dan Keindahan yang Menyimpan Rahasia!

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah dan Misteri Pulau Abang: Keindahan Alam dan Cerita Tak Terungkap!

Dalam catatan sejarah, penjajahan Belanda harus melakukan serangkaian ekspedisi militer yang panjang untuk menguasai wilayah Pasemah, menunjukkan keteguhan masyarakatnya dalam mempertahankan tanah mereka.

Secara budaya, masyarakat Besemah juga memperlihatkan kekayaan tradisi yang khas.

Ciri-ciri fisik dan budaya mereka merupakan hasil perpaduan unik antara unsur Jawa dan Lampung.

Kegiatan tradisional, upacara adat, seni tari, dan kerajinan tangan masih terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kombinasi antara alam yang menakjubkan, sejarah yang panjang, serta budaya yang kuat menjadikan Kota Pagaralam sebagai destinasi yang layak dikunjungi.

Bagi para pelancong yang ingin merasakan harmoni antara keindahan alam dan keunikan tradisi lokal, Pagaralam adalah permata tersembunyi yang siap dijelajahi.

Kategori :