PAGARALAMPOS.COM- Tanggal 6 Agustus 1945 berkontribusi pada peristiwa yang paling hitam dalam sejarah manusia.
Ketika matahari pagi baru saja mengintip dari ufuk timur, sebuah cahaya menyilaukan disusul ledakan maha dahsyat membelah langit kota Hiroshima, Jepang.
Dalam sekejap, kota itu berubah menjadi lautan api, dan dunia pun terdiam menyaksikan kekuatan destruktif bom atom untuk pertama kalinya.
Pengebom Amerika Enola Gay melepaskan bom yang disebut "Little Boy".
BACA JUGA:Terungkap Inilah Momen Bersejarah Lahirnya Partai Nasional Indonesia
Dengan kekuatan setara sekitar 15.000 ton TNT, ledakannya meluluhlantakkan hampir seluruh kota Hiroshima.
Sekitar 80.000 orang meninggal dalam sekejap mata, dan puluhan ribu lainnya meninggal dalam minggu-minggu berikutnya akibat keracunan, luka bakar, dan radiasi.
Namun, angka-angka ini hanya mencerminkan sebagian kecil dari kengerian sebenarnya.
Wajah-wajah terbakar, tubuh-tubuh yang hangus, jeritan anak-anak yang kehilangan orang tua mereka, serta bau daging manusia yang terbakar menjadi gambaran nyata dari neraka yang terjadi di bumi.
BACA JUGA:Sejarah Benteng Kalamata: Warisan Kolonial Portugis di Ternate yang Menjadi Simbol Perjuangan Lokal!
Hiroshima, sebuah kota yang sebelumnya ramai dan damai, berubah menjadi ladang kematian dalam hitungan detik.
Ledakan itu bukan sekadar ujian senjata militer.
Ia adalah pernyataan kekuatan, pesan mengerikan dari satu bangsa kepada dunia bahwa manusia kini memiliki kuasa untuk menghancurkan seluruh peradaban hanya dengan satu jari.
Apa yang membuat tragedi ini lebih memilukan adalah kenyataan bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil.
BACA JUGA:Yuk Mengenal Bukit Merese Destinasi yang Menyimpan Cerita Sejarah Lombok, Cek Faktanya!