Tragedi Hiroshima Saat Dunia Menyaksikan Neraka di Bumi

Selasa 06-05-2025,20:30 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Gelang

Anak-anak, ibu rumah tangga, lansia, bahkan tenaga medis yang seharusnya menyelamatkan nyawa—semuanya turut menjadi korban. 

Rumah sakit pun hancur, membuat para penyintas kesulitan mendapatkan pertolongan. 

Yang tersisa hanyalah penderitaan, kesakitan, dan kehampaan.

Di tengah puing-puing, para korban selamat, yang dikenal dengan sebutan hibakusha, mencoba membangun kembali hidup mereka. 

BACA JUGA:Bikin Kagum! Sejarah Bukit Cinta Tempat Damai Dengan Cerita Rakyat Penuh Makna

Banyak dari mereka harus hidup dengan luka fisik dan psikologis yang tak pernah sembuh. Radiasi bom atom menimbulkan efek jangka panjang, seperti kanker dan cacat lahir, yang

masih membayangi generasi berikutnya.

Dari kehancuran itu, dunia perlahan membuka mata. 

Tragedi Hiroshima menjadi lonceng kemanusiaan yang menggema ke seluruh penjuru bumi. Negara-negara mulai mempertanyakan batas etika dalam peperangan. 

BACA JUGA:Bikin Kagum! Sejarah Bukit Cinta Tempat Damai Dengan Cerita Rakyat Penuh Makna

Selain itu, perjanjian pelarangan senjata nuklir internasional mulai dibuat, tetapi hingga saat ini banyak yang belum sepenuhnya mematuhinya.

Hari ini, Hiroshima digambarkan sebagai kota yang tenang, tempat untuk merenungkan, dan memiliki harapan.

Monumen Perdamaian Hiroshima dan Kubah Bom Atom menjadi saksi bisu dari tragedi kemanusiaan itu. 

Setiap tahun, ribuan orang dari berbagai negara datang untuk mengenang dan merenung, sembari memanjatkan doa agar peristiwa serupa tak pernah terulang lagi.

BACA JUGA:Sejarah Benteng None: Jejak Kolonialisme dan Perlawanan Lokal di Sulawesi Selatan!

Tragedi Hiroshima bukan hanya tentang Jepang, bukan pula semata bagian dari Perang Dunia II. Ia adalah cermin kelam dari kesombongan manusia yang berhasil menciptakan teknologi tanpa terlebih dahulu memahami akibat moralnya. Dunia pernah melihat api—bukan api pembebasan, tapi api kehancuran. Semoga dari puing-puing itu tumbuh kesadaran bahwa perdamaian bukanlah pilihan, melainkan satu satunya jalan yang benar.

Kategori :