Warisan Budaya dan Kearifan Lokal
Masyarakat sekitar Pantai Ora, terutama suku Alifuru, memiliki tradisi maritim yang kuat. Dalam tradisi mereka, laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga tempat yang sakral dan harus dijaga kelestariannya.
Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan adalah tradisi menangkap ikan secara ramah lingkungan, tanpa merusak terumbu karang atau menggunakan bahan kimia.
Cara hidup ini membantu menjaga ekosistem laut di sekitar Pantai Ora tetap alami dan indah hingga saat ini.
BACA JUGA:Menguak Fakta Sejarah Benteng Pendem: Jejak Kolonial di Pesisir Cilacap!
Selain itu, masyarakat setempat juga memiliki cerita-cerita lisan tentang asal-usul laut dan gunung di sekitar Seram yang diwariskan turun-temurun.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan legenda-legenda makhluk gaib penjaga laut atau cerita tentang hubungan antara manusia dan alam yang erat.
Transformasi Menjadi Destinasi Wisata
Hingga awal tahun 2000-an, Pantai Ora masih belum dikenal secara luas. Akses yang sulit dan kurangnya promosi membuatnya tetap menjadi surga tersembunyi.
BACA JUGA:Renville Ketika Meja Perundingan Menjadi Medan Perebutan Nasib Bangsa
Namun, sekitar tahun 2010, dengan mulai berkembangnya media sosial dan meningkatnya minat terhadap destinasi wisata yang alami dan eksklusif, nama Pantai Ora mulai mencuat ke permukaan.
Penginapan eksklusif seperti Ora Beach Resort mulai menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Daya tarik utamanya adalah penginapan terapung yang berdiri langsung di atas air laut yang jernih, memungkinkan pengunjung melihat langsung terumbu karang dari bawah kamar mereka.
Dari sinilah popularitas Pantai Ora mulai melonjak. Pemerintah daerah kemudian mulai memperbaiki akses jalan dan dermaga untuk menunjang pariwisata.
BACA JUGA:Sejarah Makam Sultan Baabullah: Jejak Kejayaan dan Perjuangan Sultan Ternate!
Banyak aktivis lingkungan menyerukan agar Pantai Ora tidak dieksploitasi secara berlebihan agar keindahannya bisa diwariskan ke generasi mendatang.