Selain itu, benteng ini juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah, senjata, serta tempat tahanan bagi para pemberontak atau tokoh lokal yang dianggap membangkang terhadap kekuasaan VOC.
Benteng None juga menjadi saksi bisu dari berbagai perundingan dan bentrokan antara pihak kolonial dan masyarakat adat.
Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa perlawanan lokal terhadap dominasi VOC sempat memuncak pada awal abad ke-18, di mana benteng ini sempat dikepung oleh pasukan rakyat yang dipimpin oleh tokoh-tokoh adat setempat.
Meskipun pemberontakan tersebut gagal, hal ini menunjukkan bahwa Benteng None bukan sekadar bangunan militer, melainkan simbol dari konflik kekuasaan antara penjajah dan masyarakat lokal.
BACA JUGA:Sejarah Benteng Somba Opu: Benteng Perlawanan dan Simbol Kejayaan Kerajaan Gowa!
Arsitektur dan Keunikan
Secara arsitektural, Benteng None mencerminkan perpaduan antara gaya lokal dan pengaruh Eropa.
Bentuknya menyerupai segi empat dengan menara pengawas di keempat sudutnya. Dinding-dindingnya tebal dan kokoh, dengan lubang-lubang meriam yang menghadap ke laut.
Di dalamnya terdapat barak prajurit, ruang penyimpanan senjata, serta sumur tua yang hingga kini masih ada.
Uniknya, beberapa bagian dari benteng masih mempertahankan ornamen khas Sulawesi, seperti ukiran kayu pada pintu dan jendela yang mencerminkan budaya setempat.
BACA JUGA:Menguak Fakta Sejarah Benteng Pendem: Jejak Kolonial di Pesisir Cilacap!
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun digunakan oleh kekuatan kolonial, pembangunan dan pemeliharaan benteng tetap melibatkan tangan-tangan lokal, baik dari segi tenaga maupun seni.
Benteng None di Masa Kini
Setelah kemerdekaan Indonesia, fungsi militer dari Benteng None pun berakhir. Selama beberapa dekade, bangunan ini sempat terlantar dan nyaris dilupakan.
Namun belakangan, minat terhadap sejarah dan pariwisata lokal mulai menghidupkan kembali perhatian terhadap benteng ini.
Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat kini mulai melakukan konservasi, meskipun dengan keterbatasan dana dan sumber daya.