Pemkot PGA

Sejarah Benteng Somba Opu: Benteng Perlawanan dan Simbol Kejayaan Kerajaan Gowa!

Sejarah Benteng Somba Opu: Benteng Perlawanan dan Simbol Kejayaan Kerajaan Gowa!

Sejarah Benteng Somba Opu: Benteng Perlawanan dan Simbol Kejayaan Kerajaan Gowa!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Benteng Somba Opu adalah salah satu situs bersejarah yang menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo di Sulawesi Selatan.

Terletak di pesisir barat Kota Makassar, benteng ini dulunya merupakan pusat pemerintahan sekaligus benteng pertahanan yang sangat strategis dalam menghadapi berbagai serangan, terutama dari pihak kolonial.

Seiring berjalannya waktu, Benteng Somba Opu tidak hanya menjadi peninggalan sejarah semata, tetapi juga simbol identitas budaya dan perlawanan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap penjajahan.

Awal Berdirinya Benteng Somba Opu

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Benteng Indrapatra: Jejak Kejayaan Masa Silam di Pesisir Aceh!

Benteng Somba Opu dibangun sekitar abad ke-16, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna, salah satu raja besar dalam sejarah Kerajaan Gowa.

Namun, kejayaan benteng ini mencapai puncaknya di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin, seorang pemimpin yang dikenal gigih melawan penjajahan Belanda.

Secara geografis, benteng ini dibangun di pinggir Sungai Jeneberang dan menghadap langsung ke Selat Makassar. Letaknya yang strategis menjadikan Somba Opu sebagai pelabuhan utama Kerajaan Gowa.

Dari sinilah aktivitas perdagangan internasional berlangsung, termasuk dengan pedagang-pedagang dari India, Tiongkok, Arab, hingga Eropa.

BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Prasasti Karang Berahi: Jejak Kejayaan Masa Lalu di Tanah Jambi!

Arsitektur dan Fungsi

Ketebalan temboknya mencapai sekitar 3 meter dengan ketinggian 7 hingga 8 meter.

Di dalam kompleks benteng terdapat berbagai bangunan penting seperti tempat tinggal bangsawan, gudang logistik, pusat pemerintahan, dan fasilitas militer.

Benteng ini juga dilengkapi dengan meriam-meriam besar yang diarahkan ke laut, sebagai bentuk pertahanan dari kemungkinan serangan musuh yang datang dari jalur laut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait