Pada masa pemerintahannya, Sultan Suriansyah juga mulai memperkenalkan berbagai kebijakan untuk mengatur perekonomian kerajaan yang bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan.
Banjarmasin yang pada waktu itu merupakan pelabuhan strategis, menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan pulau Jawa, Sumatra, dan Maluku, serta membuka peluang bagi berkembangnya perdagangan Islam di wilayah ini.
Namun, meskipun Sultan Suriansyah berhasil memperkenalkan Islam ke dalam kerajaan, pemerintahan beliau tidak lepas dari tantangan.
Namun demikian, kontribusinya terhadap perkembangan Kerajaan Banjar tetap diingat hingga kini.
BACA JUGA:Dentuman Meriam Menggema Serangan Umum 1 Maret yang Mengguncang Dunia
Makam Sultan Suriansyah: Sebagai Pusat Sejarah dan Ziarah
Makam Sultan Suriansyah terletak di kawasan pusat Kota Banjarmasin, tepatnya di Jalan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara.
Makam ini bukan hanya sebuah situs bersejarah, tetapi juga menjadi salah satu tempat ziarah bagi masyarakat Banjar dan umat Islam pada umumnya.
Seiring berjalannya waktu, makam Sultan Suriansyah menjadi simbol dari perjalanan sejarah panjang Kerajaan Banjar dan peranannya dalam pengenalan Islam di wilayah Kalimantan.
Di sekitar makam, terdapat pula beberapa nisan kuno yang menunjukkan keindahan seni pahat dari zaman dahulu.
Hal ini menunjukkan bahwa selain sebagai tempat peristirahatan terakhir Sultan Suriansyah, makam ini juga menjadi tempat yang memancarkan nilai seni dan budaya Islam pada masa itu.
Makam ini merupakan warisan budaya yang penting, baik bagi masyarakat lokal maupun bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Pentingnya Pelestarian Makam Sultan Suriansyah
Dengan adanya makam ini, kita dapat belajar banyak tentang bagaimana sejarah kerajaan Banjar berkembang, serta peran penting Sultan Suriansyah dalam menyebarkan agama Islam di Kalimantan Selatan.