Persimpangan Pedang: Peran Mongol dalam Mengguncang Dinamika Perang Salib dan Dunia Muslim

Minggu 04-05-2025,18:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Pada 1255, Hulagu memimpin serangan besar yang berujung pada jatuhnya Baghdad, pusat Kekhalifahan Abbasiyah. Penolakan Khalifah Al-Musta'shim untuk menyerah membuat kota itu mengalami kehancuran besar, termasuk musnahnya banyak karya ilmu pengetahuan dan dokumen penting.

Setelah Baghdad, Mongol melanjutkan invasi mereka ke Suriah dan kawasan Levant, merebut kota-kota utama seperti Aleppo dan Damaskus, meskipun upaya untuk menguasai Mesir mendapat perlawanan sengit dari Dinasti Mamluk.

Pertempuran Ain Jalut: Titik Balik

Pada 1260, dalam Pertempuran Ain Jalut di Galilea, pasukan Mamluk berhasil menghentikan laju Mongol. Kemenangan ini menjadi momen krusial yang menghambat perluasan Mongol ke Mesir.

Rencana balasan Hulagu harus tertunda karena kabar kematian Mongke Khan, yang mengubah arah politik dan militer bangsa Mongol.

BACA JUGA:Sejarah Air Terjun Tibumana: Misteri, Keindahan, dan Nilai Budaya di Balik Pesonanya

BACA JUGA:Sejarah Suku Yali: Jejak Peradaban Tersembunyi di Pegunungan Papua!

Bangkitnya Ilkhanat Mongol di Persia

Seusai kematian Hulagu, kepemimpinan wilayah Mongol di Persia, Ilkhanat, diteruskan oleh Abaqa Khan dan kemudian Arghun Khan.

Meskipun sempat berkoalisi dengan beberapa kerajaan Kristen untuk menghadapi Mamluk, Mongol tetap tidak berhasil menaklukkan Mesir.

Akhir Ekspansi Mongol di Timur Tengah

Di bawah kepemimpinan Ghazan Khan, yang telah memeluk Islam, Mongol sempat menguasai sebagian wilayah, termasuk utara Aleppo.

Walaupun sempat menduduki bagian dari Palestina, pasukan Mongol akhirnya mundur pada tahun 1300, dan umat Muslim kembali menguasai wilayah tersebut pada bulan Mei di tahun yang sama.

 

Kategori :