Sejarah Gunung Klabat: Gunung Tertinggi di Sulawesi Utara yang Sarat Legenda!

Sabtu 26-04-2025,10:30 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Klabat, menjulang setinggi 1.995 meter di atas permukaan laut, adalah gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara.

Terletak di antara Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara, gunung ini bukan hanya menjadi titik geografis penting, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan legenda yang lekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Asal-usul Nama "Klabat"

Dalam cerita rakyat, Gunung Klabat juga disebut sebagai Gunung Tamporok oleh sebagian warga, mengacu pada legenda yang mewarnai keberadaannya sejak zaman dahulu.

BACA JUGA:Sumpah Palapa: Mitos Belaka atau Bukti Kejayaan Majapahit?

Peran dalam Sejarah dan Kehidupan Masyarakat

Gunung Klabat memiliki tempat khusus dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Minahasa. Pada masa kerajaan-kerajaan lokal, gunung ini dianggap sebagai tempat suci dan menjadi lokasi pertapaan para leluhur.

Ada pula yang meyakini bahwa puncak Klabat adalah tempat bersemayamnya roh-roh penjaga alam.

Selain itu, Gunung Klabat juga memainkan peran penting dalam sistem penanggalan dan pertanian tradisional.

Petani-petani Minahasa zaman dulu konon menjadikan posisi matahari di atas gunung sebagai penanda waktu untuk mulai menanam atau memanen.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Legenda Puteri Pukes: Kisah Cinta dan Kutukan dari Tanah Gayo!

Legenda Putri dan Kolam Sakti

Salah satu legenda paling terkenal yang berkaitan dengan Gunung Klabat adalah cerita tentang seorang putri yang melarikan diri ke gunung untuk menghindari perjodohan yang tidak diinginkan.

Dikisahkan, sang putri bersembunyi di puncak Klabat dan menghilang secara misterius. Hingga kini, terdapat sebuah kawah kecil menyerupai danau di puncaknya yang dikenal sebagai "kolam putri."

Masyarakat percaya bahwa kolam ini adalah tempat mandi sang putri, dan airnya memiliki kekuatan magis yang dapat membawa berkah jika diambil dengan niat baik.

Kategori :