Pada zaman dahulu, pembuatan Patung Sigale-Gale menjadi bagian dari tradisi kerajinan yang diajarkan turun-temurun.
Hanya pengrajin-pengrajin terampil yang dapat membuat patung ini, karena tidak hanya dibutuhkan keterampilan dalam mengukir kayu, tetapi juga pemahaman tentang mekanisme gerak yang dapat menghidupkan patung tersebut.
Perkembangan dan Keberadaannya Saat Ini
Seiring berjalannya waktu, patung Sigale-Gale semakin dikenal oleh masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
BACA JUGA:Sejarah Penggunaan Metode Hisab dalam Menentukan Idulfitri
Keindahan dan keunikan Patung Sigale-Gale berhasil menarik perhatian banyak wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba.
Selain itu, patung ini juga semakin populer sebagai simbol dari kebudayaan Batak yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai spiritual.
Namun, meskipun banyak patung Sigale-Gale yang masih dipertahankan sebagai warisan budaya, keberadaannya semakin langka.
Hanya sejumlah kecil pengrajin yang masih mampu membuat patung ini dengan kualitas yang baik, dan karena proses pembuatannya yang rumit, harganya pun cukup mahal.
Oleh karena itu, menjaga kelestarian Patung Sigale-Gale menjadi tantangan tersendiri, agar generasi mendatang dapat tetap mengenal dan menghargai warisan budaya yang sangat berharga ini.