Mengungkap Tabir Gelap Pantai Payangan, Sejarah Terlupakan dan Ritual Tersembunyi

Senin 21-04-2025,20:10 WIB
Reporter : Meydia
Editor : Almi

Bukit ini menjadi pusat perhatian para peziarah spiritual. Dikenal juga sebagai Bukit Samboja tempat ini diyakini sebagai lokasi ritual supranatural termasuk oleh para praktisi ilmu kebatinan dari berbagai daerah. Nama “Seribu Janin” merujuk pada mitos bahwa bukit ini menjadi tempat pembuangan janin hasil aborsi oleh pasangan yang datang ke sini untuk melakukan ritual pembersihan diri atau pelepasan beban dosa.

Menurut cerita warga saat malam Jumat Kliwon atau malam 1 Suro kadang terdengar isak tangis bayi dan suara perempuan menangis dari arah bukit tersebut terutama saat suasana pantai sedang sepi. Meskipun tidak ada bukti konkret cerita ini terus hidup dan diwariskan secara turun-temurun memperkuat aura misterius yang menyelimuti kawasan ini.

Ritual dan Praktik Mistis di Payangan

BACA JUGA:Menyibak Sejarah Parangtritis, Warisan Budaya yang Berbalut Mitos

BACA JUGA:Sejarah Museum Ullen Sentalu: Melestarikan Keindahan dan Budaya Jawa di Yogyakarta!

Setiap tahun terutama pada bulan-bulan tertentu dalam kalender Jawa seperti Suro dan Sapar pantai ini ramai dikunjungi oleh peziarah dan pelaku spiritual. Mereka biasanya melakukan ritual semedi membakar kemenyan hingga sesaji kepada laut selatan sebagai bentuk penghormatan atau permohonan keberkahan.

Warga sekitar percaya bahwa Pantai Payangan adalah salah satu pintu energi gaib yang terhubung langsung ke kerajaan laut selatan tempat bersemayamnya Ratu Kidul sosok mistis paling terkenal di tradisi spiritual Jawa. Ada kepercayaan bahwa barang siapa yang memiliki niat buruk atau tidak menghormati aturan tak kasat mata bisa mengalami kesialan bahkan hilang secara misterius di sekitar kawasan pantai.

Kisah Hilangnya Wisatawan

Sudah beberapa kali diberitakan adanya wisatawan yang hilang atau tenggelam secara misterius di pantai ini bahkan ketika kondisi laut tampak tenang. Banyak warga lokal mengaitkannya dengan keberadaan "penguasa laut" atau penunggu gaib. Menurut pemandu lokal beberapa korban sempat terlihat berjalan ke arah laut seperti dalam kondisi trance lalu menghilang begitu saja.

BACA JUGA: Pantai Selatan Jawa! Sejarah yang Terkubur, Mitos yang Mengakar

BACA JUGA:Sejarah dan Perkembangan Tari Gandrung: Warisan Budaya Banyuwangi yang Memiliki Makna Mendalam!

Meski pihak berwenang menyebut insiden ini sebagai kecelakaan laut biasa sebagian masyarakat tetap yakin bahwa kejadian tersebut bukan sekadar hal fisik melainkan juga berkaitan dengan dimensi metafisik yang sulit dijelaskan secara logis.

Batu Keramat dan Jejak Sejarah Tak Tertulis

Di sekitar pantai terdapat batu-batu besar yang diyakini sebagai batu keramat. Salah satu batu yang paling terkenal adalah Batu Pangkur yang menurut warga digunakan sebagai tempat meditasi para leluhur atau pertapa zaman dulu. Hingga kini batu tersebut sering dijadikan tempat duduk saat semedi atau prosesi mistis lainnya.

Banyak pula yang percaya bahwa kawasan ini dulunya merupakan tempat pelarian para bangsawan atau tokoh sakti dari kerajaan Majapahit yang mencari tempat suci untuk mengasingkan diri dari keruntuhan kerajaan. Meskipun belum ditemukan bukti arkeologis yang kuat sejumlah artefak sederhana dan struktur batu tertata di beberapa titik pantai memberi petunjuk akan adanya aktivitas manusia zaman lampau di lokasi ini.

BACA JUGA:Ekspedisi Pantai Sembilan, Cerita yang Tak Tercatat Sejarah

Kategori :