PAGARALAMPOS.COM - Kawah Papandayan adalah salah satu keajaiban geologi yang dimiliki Indonesia, tepatnya terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dengan panorama yang menggabungkan kegagahan alam vulkanik dan nuansa mistis yang kental, kawasan ini tak hanya menjadi destinasi wisata favorit, tetapi juga menyimpan sejarah panjang tentang letusan dahsyat dan kisah-kisah yang berkembang dari generasi ke generasi.
Asal Nama “Papandayan”
Menurut cerita rakyat setempat, dahulu kala kawah ini diyakini sebagai tempat para dewa menempa senjata.
BACA JUGA:Fakta Menarik! Sungai Lematang Saksi Perjalanan Sejarah dan Perubahan Sosial Sumatera Selatan
Suara gemuruh dan kepulan asap dari kawah dipercaya berasal dari aktivitas para “pandai” yang sedang bekerja di perut bumi.
Cerita ini memberi gambaran bagaimana masyarakat setempat sejak lama telah mengaitkan aktivitas vulkanik dengan kekuatan gaib atau hal-hal sakral, menjadikan Papandayan tidak hanya sebagai fenomena geologis tetapi juga sebagai situs budaya.
Letusan Besar Tahun 1772
Papandayan adalah gunung api stratovolcano yang masih aktif hingga kini. Letusan paling terkenal dan paling merusak tercatat terjadi pada tanggal 11 Agustus 1772.
Diperkirakan lebih dari 3.000 orang meninggal dunia. Letusan ini bahkan menjadi perhatian para ahli geologi Eropa pada masa kolonial Belanda.
Papandayan di Mata Penjelajah dan Ilmuwan
Sejak abad ke-18, banyak penjelajah dan peneliti yang tertarik mengunjungi Papandayan.
Ia mendaki Gunung Papandayan dan membuat catatan ilmiah tentang formasi batuan, aktivitas kawah, serta keragaman flora yang tumbuh di sekitarnya.
BACA JUGA:Misteri Prasejarah: Penemuan Fosil Ekor Hadrosaurus Berumur 72 Juta Tahun di Gurun Meksiko