Ada dugaan kuat bahwa mereka adalah bagian dari migrasi Proto-Melayu yang datang dari Asia Daratan dan menyebar ke Nusantara.
Namun yang menarik temuan artefak seperti manik-manik luar negeri dan pola hidup menetap menunjukkan bahwa mereka memiliki jaringan hubungan internasional.
Beberapa peneliti bahkan mengaitkan budaya ini dengan pengaruh India atau bahkan jejak awal perdagangan dengan bangsa Austronesia.
Situs yang Terlupakan?
BACA JUGA:Terungkap, Kenapa Minangkabau Menganut Sistem Matrilineal? Inilah Akar Sejarahnya
BACA JUGA:Jembatan Sewo: Warisan Kolonial dan Saksi Bisu Sejarah Perjuangan di Blora!
Meski bernilai sejarah tinggi, Situs Purbakala Gilimanuk tidak sepopuler situs-situs arkeologis lain di Indonesia. Lokasinya yang terpencil minimnya promosi serta keterbatasan fasilitas membuat tempat ini jarang masuk dalam daftar wisatawan.
Padahal potensi situs ini sangat besar sebagai wisata edukasi sejarah maupun sebagai pusat penelitian arkeologi Indonesia Timur. Pada tahun-tahun terakhir, pemerintah daerah dan komunitas sejarah mulai menggencarkan upaya pelestarian.
Situs ini telah dijadikan Cagar Budaya dan beberapa artefak penting kini disimpan dan dipamerkan di Museum Manusia Purba Gilimanuk yang berada tak jauh dari lokasi penggalian.
Nilai Budaya dan Spiritualitas yang Tersisa
BACA JUGA:Mengapa Suku Melayu Deli Memiliki Kekayaan Budaya? Ini dia Sejarah yang Wajib Kamu Simak
BACA JUGA:Sejarah Tato yang Menghiasi Suku Mentawai: Simbol Kehidupan dalam Harmoni!Bagi sebagian masyarakat Bali situs ini bukan hanya tempat kuno biasa. Mereka percaya bahwa kawasan tersebut memiliki energi spiritual tertentu. Beberapa warga lokal bahkan masih melakukan ritual penghormatan kepada leluhur di sekitar situs meski tidak bersifat formal.
Keberadaan situs ini juga membuka mata kita bahwa Bali bukan hanya pusat kebudayaan Hindu-Bali tetapi juga memiliki lapisan sejarah yang lebih tua dan kaya jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu dari India.
Menyambung Jejak Leluhur di Ujung Barat Bali
Situs Purbakala Gilimanuk adalah jendela ke masa lalu yang memperlihatkan kemajuan dan kompleksitas masyarakat Bali kuno.