Jembatan Sewo: Warisan Kolonial dan Saksi Bisu Sejarah Perjuangan di Blora!
Jembatan Sewo: Warisan Kolonial dan Saksi Bisu Sejarah Perjuangan di Blora!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah hamparan alam yang tenang di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berdiri sebuah struktur tua yang penuh cerita dan misteri: Jembatan Sewo.
Jembatan ini bukan sekadar penghubung antara dua sisi jalan, melainkan juga penghubung masa lalu dan masa kini warisan arsitektur kolonial yang menjadi saksi bisu pergerakan zaman, perjuangan rakyat, hingga jejak kekuasaan Hindia Belanda.
Asal Usul Nama “Sewo”
Nama “Sewo” berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti seribu.
BACA JUGA:Wonderia Semarang: Jejak Kejayaan Taman Hiburan Legendaris yang Kini Tinggal Kenangan Terbengkalai!
Meskipun tidak ada catatan resmi yang menyatakan bahwa jembatan ini memiliki seribu tiang atau bagian, masyarakat setempat percaya bahwa jumlah komponen atau batu bata yang digunakan dalam pembangunan jembatan ini mencapai ribuan, sehingga dinamakan demikian.
Nama ini menjadi simbol dari besarnya proyek dan kerja keras yang terlibat dalam pembangunannya.
Dibangun di Masa Kolonial
Jembatan ini dibangun sebagai bagian dari infrastruktur strategis untuk mendukung kepentingan ekonomi Belanda, terutama pengangkutan hasil bumi seperti jati, tembakau, dan hasil pertanian lainnya.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Sungai Sadang: Nadi Kehidupan di Tanah Sulawesi!
Maka tak heran, infrastruktur seperti jalan dan jembatan dibuat untuk memperlancar distribusi hasil kekayaan alam tersebut menuju pelabuhan-pelabuhan utama di utara Jawa.
Jembatan Sewo dibangun dengan struktur yang kokoh menggunakan batu bata merah dan campuran kapur, pasir, serta semen tradisional.
Desainnya sederhana namun fungsional, memperlihatkan ciri khas konstruksi kolonial yang mengedepankan keawetan dan efisiensi.
Fungsi Strategis di Masa Perang
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
