BACA JUGA:Wonderia Semarang: Jejak Kejayaan Taman Hiburan Legendaris yang Kini Tinggal Kenangan Terbengkalai!
Salah satunya adalah suara gamelan yang kadang terdengar lirih saat malam hari, padahal tidak ada satu pun rumah atau pemukiman di sekitar.
Larangan yang Dipegang Teguh
Warga sekitar sangat menjaga tradisi dan pantangan terkait kawasan Air Terjun Kuta.
Beberapa larangan yang paling sering disebut antara lain: tidak boleh berkata kasar, tidak mengambil apapun dari lokasi (bahkan batu kecil sekalipun), serta tidak berenang saat malam hari.
Ketika ditanya, sebagian besar warga percaya bahwa menjaga adab di tempat seperti Air Terjun Kuta bukan semata kepercayaan, tapi bentuk rasa hormat terhadap alam.
Menjadi Destinasi Alternatif Pecinta Petualangan
Meskipun diselimuti berbagai cerita seram dan kisah mistis, Air Terjun Kuta tetap menjadi magnet bagi para petualang sejati.
BACA JUGA:Topeng Kayu Tradisional: Warisan Budaya Nusantara yang Sarat Makna Sejarah, Seni, dan Spiritualitas!
BACA JUGA:Sejarah Sungai Barito: Peranannya dalam Kehidupan Ekonomi, Budaya, dan Sosial Kalimantan!
Beberapa bahkan menjadikan pengalaman ‘aneh’ di sana sebagai bagian dari cerita perjalanan yang tak terlupakan.