Letusan besar terakhir tercatat pada tahun 2008 dan 2016.
Pada letusan tahun 2008, gunung memuntahkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter, menyebabkan ratusan warga mengungsi, serta menutup jalur penerbangan dan aktivitas ekonomi di wilayah sekitarnya.
Letusan ini membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar, terutama dalam sektor pertanian. Abu vulkanik yang jatuh menutupi lahan pertanian, mencemari air, dan memaksa warga mengungsi ke posko-posko darurat.
Dampak Sosial dan Kesiapsiagaan Warga
BACA JUGA:Sejarah Tugu Pahlawan Surabaya: Monumen Perjuangan Arek-Arek Suroboyo!
Letusan Gunung Egon bukan hanya peristiwa alam biasa bagi masyarakat Sikka dan sekitarnya. Setiap aktivitas vulkanik selalu menguji kesiapsiagaan warga dan kemampuan pemerintah dalam penanggulangan bencana.
Dalam beberapa dekade terakhir, sistem peringatan dini dan jalur evakuasi terus diperbaiki, termasuk pelatihan kebencanaan bagi warga desa yang berada di radius rawan.
Masyarakat yang tinggal di kaki gunung telah hidup berdampingan dengan potensi bencana ini selama bertahun-tahun. Mereka membangun kehidupan sambil tetap waspada terhadap tanda-tanda alam.
Sirene peringatan, radio komunitas, dan informasi dari pos pengamatan gunung berapi menjadi bagian penting dalam rutinitas mereka.
BACA JUGA:Sejarah Tugu Suro dan Boyo: Legenda yang Menjadi Simbol Kota Surabaya!
Gunung Egon dalam Perspektif Budaya
Gunung Egon tidak hanya menjadi bagian dari lanskap fisik, tetapi juga spiritual dan budaya bagi masyarakat Flores.
Dalam kepercayaan tradisional, gunung sering dianggap sebagai tempat tinggal roh-roh leluhur atau penjaga alam. Ritual adat kadang dilakukan di sekitar lereng gunung untuk meminta perlindungan atau hasil panen yang baik.
Meski kepercayaan tersebut kini mulai berdampingan dengan ilmu pengetahuan modern, nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan dihormati.
BACA JUGA:Sejarah Masjid Raya Al-Mashun: Keagungan Arsitektur Islam di Kota Medan!
Hubungan antara manusia dan alam dalam budaya Flores masih sangat kuat, termasuk penghormatan terhadap kekuatan alam seperti gunung berapi.