Sejarah Gunung Mahawu: Keindahan Alam dan Jejak Vulkanik Minahasa!

Minggu 06-04-2025,12:30 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Masyarakat lokal meyakini bahwa menghormati gunung berarti menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Beberapa masyarakat adat di Tomohon masih menggelar ritual adat tertentu di kaki Gunung Mahawu, terutama ketika terjadi gejala alam yang dianggap tidak biasa.

Ini mencerminkan filosofi hidup harmonis dengan lingkungan yang masih dipegang teguh oleh sebagian besar warga.

BACA JUGA:Sejarah Masjid Cipaganti: Perpaduan Arsitektur Kolonial dan Tradisional dalam Perkembangan Islam di Bandung!

Mahawu dalam Perspektif Modern

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah dan komunitas lokal mulai mengembangkan Mahawu sebagai bagian dari program ekowisata berkelanjutan.

Jalur pendakian dirawat dengan baik, fasilitas umum seperti pos jaga dan tempat istirahat diperbarui, serta kampanye kebersihan gencar dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Program ini juga melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan wisata, seperti menjadi pemandu lokal, penjaga kawasan, dan penyedia jasa kuliner khas Minahasa.

BACA JUGA:Sejarah Masjid Agung Keraton Surakarta: Warisan Keislaman dan Kebudayaan Jawa!

Dengan demikian, Gunung Mahawu menjadi contoh bagus tentang bagaimana konservasi alam bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Kategori :