Beberapa sarkofagus Romawi memiliki inskripsi yang mengungkapkan identitas orang yang dikubur, doa, dan pesan moral.
Sarkofagus di Eropa Abad Pertengahan
Pada Abad Pertengahan, sarkofagus sering digunakan untuk menyimpan jenazah para uskup, raja, dan tokoh-tokoh gereja.
Pengaruh seni Gotik juga terlihat dalam desain sarkofagus abad pertengahan yang semakin rumit dan megah.
Sarkofagus dalam Budaya Asia dan Amerika
Meskipun istilah "sarkofagus" lebih sering dikaitkan dengan budaya Barat, peradaban di Asia dan Amerika juga memiliki tradisi pemakaman yang serupa.
Di China, peti mati batu besar digunakan oleh keluarga bangsawan pada masa Dinasti Han dan Tang.
Beberapa makam kuno di China bahkan ditemukan dengan sarkofagus yang dihiasi dengan ukiran naga dan simbol keberuntungan.
BACA JUGA:Sejarah Rumah Adat Dulohupa: Simbol Musyawarah dan Kearifan Lokal Gorontalo!
Penemuan dan Pelestarian Sarkofagus
Salah satu penemuan sarkofagus paling terkenal dalam sejarah adalah makam Tutankhamun yang ditemukan oleh Howard Carter pada tahun 1922.
Sarkofagus emas Firaun Tutankhamun menjadi simbol kemewahan dan misteri peradaban Mesir kuno.
Teknologi seperti pencitraan 3D dan pemindaian CT digunakan untuk menganalisis isi sarkofagus tanpa merusaknya.
BACA JUGA:Sejarah Trikora: Perjuangan Indonesia dalam Merebut Irian Barat dari Cengkeraman Belanda!
Namun, ada juga perdebatan mengenai apakah sarkofagus harus tetap di tempat aslinya atau dipindahkan ke museum.