Salah satu kepercayaan yang berkembang adalah bahwa gunung ini merupakan tempat bersemayamnya roh leluhur yang menjaga keseimbangan alam Pulau Pantar.
Masyarakat setempat meyakini bahwa aktivitas vulkanik gunung ini berkaitan dengan perilaku manusia.
Oleh karena itu, saat terjadi letusan, hal tersebut sering dianggap sebagai peringatan dari alam. Untuk menjaga keharmonisan, masyarakat kerap melakukan ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap roh leluhur dan memohon perlindungan dari bencana.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Pantai Biak: Keindahan Alam dan Jejak Sejarah yang Mendalam!
BACA JUGA:Sejarah Sarkofagus: Dari Simbol Kemegahan hingga Artefak Bersejarah!
Keindahan Alam dan Potensi Wisata
Meskipun merupakan gunung berapi aktif, Gunung Sirung menyimpan panorama alam yang luar biasa.
Kawahnya yang luas dengan lanskap berbatu hasil aktivitas vulkanik memberikan pemandangan yang unik dan eksotis.
Dari puncaknya, pendaki dapat menikmati panorama Laut Flores serta perbukitan hijau yang mengelilingi Pulau Pantar.
Daya tarik lain dari Gunung Sirung adalah jalur pendakiannya yang relatif mudah, sehingga cocok bagi pendaki pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Selain itu, di sekitar gunung ini terdapat sumber air panas alami yang sering dikunjungi wisatawan untuk relaksasi sambil menikmati keindahan alam Pulau Pantar.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Misteri Lubang Buaya: Antara Fakta, Mitos, dan Kontroversi!
BACA JUGA:Sejarah Misteri Kota Bawah Laut di Danau Toba: Legenda yang Menghanyutkan Imajinasi!
Peran Gunung Sirung bagi Masyarakat
Gunung Sirung memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekitar, baik dari sisi ekologi, ekonomi, maupun budaya.
Selain menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung keberagaman hayati di Pulau Pantar, gunung ini juga memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan mata pencaharian masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada sektor perikanan dan pertanian.