Taman Simetris: Area sekitar Taj Mahal dibuat berdasarkan konsep Charbagh, taman empat bagian yang melambangkan surga dalam kepercayaan Islam.
Kaligrafi dan Ornamen: Bangunan ini dihiasi dengan ukiran ayat-ayat Al-Qur’an serta motif bunga dan geometris yang dibuat dengan teknik inlay batu mulia.
Di dalam mausoleum, terdapat makam Mumtaz Mahal dan Shah Jahan, yang diletakkan di sebuah ruangan remang-remang dengan pencahayaan alami.
Namun, makam asli mereka sebenarnya berada di ruang bawah tanah sesuai dengan tradisi pemakaman Islam.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Api Mahengetang: Keajaiban Vulkanik di Bawah Laut!
Taj Mahal dalam Sejarah dan Perkembangannya
Sejak masa kejayaan Mughal, Taj Mahal selalu mendapat perhatian khusus dalam pemeliharaannya. Namun, pada masa kolonial Inggris, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan akibat penjarahan.
Pada tahun 1983, UNESCO menetapkan Taj Mahal sebagai Situs Warisan Dunia, menegaskan statusnya sebagai salah satu keajaiban dunia yang harus dilestarikan.
Fakta Unik Taj Mahal
Perubahan Warna Taj Mahal: Marmer putih yang digunakan dalam bangunan ini dapat tampak berbeda tergantung pada waktu dan kondisi cahaya, memberikan nuansa yang unik sepanjang hari.
BACA JUGA:Sejarah Penemuan Homo floresiensis: Manusia Hobbit yang Mengubah Pandangan Kita Tentang Evolusi!
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Pulau Buaya: Jejak, Mitos, dan Perkembangan di Laut Nusantara!
Legenda Taj Mahal Hitam: Konon, Shah Jahan ingin membangun Taj Mahal berwarna hitam sebagai makam pribadinya, tetapi rencana ini tidak terwujud karena ia diturunkan dari takhta oleh putranya.
Simetri yang Sempurna: Desain Taj Mahal didasarkan pada keseimbangan sempurna, kecuali makam Shah Jahan, yang ditempatkan di samping makam Mumtaz Mahal—sebuah elemen asimetris yang tidak direncanakan sebelumnya.
Ancaman dan Upaya Pelestarian