PAGARALAMPOS.COM - Ketika berbicara tentang eksplorasi dunia, kebanyakan orang langsung teringat pada penjelajahan bangsa Eropa seperti Christopher Columbus dan Vasco da Gama.
Mereka kerap dianggap sebagai pelopor dalam membuka jalur perdagangan global serta menemukan wilayah-wilayah baru.
Namun, jauh sebelum era penjelajahan Eropa, leluhur bangsa Nusantara telah lebih dulu mengarungi lautan dan menjalin hubungan dagang dengan berbagai belahan dunia, termasuk Afrika.
Pelayaran Nusantara Menuju Afrika
Sejarah mencatat bahwa pelaut Nusantara telah melintasi Samudra Hindia dan mencapai pesisir timur serta barat Afrika jauh sebelum bangsa Eropa tiba di kawasan tersebut.
BACA JUGA:Sejarah Gua Leang-Leang: Mengungkap Jejak Kehidupan Manusia Prasejarah di Sulawesi Selatan!
BACA JUGA:Sejarah Gua Harimau: Jejak Peradaban Purba dan Kehidupan Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan!
Pelayaran ini bukan sekadar petualangan, melainkan bagian dari jaringan perdagangan yang menghubungkan berbagai peradaban.
Salah satu kajian yang membahas topik ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Robert Dick-Read dalam bukunya The Phantom Voyagers: Evidence of Indonesian Settlement in Africa in Ancient Times.
Dalam bukunya, ia mengungkapkan kemungkinan besar bahwa para pelaut dari kepulauan Nusantara telah berlayar hingga ke Afrika, meninggalkan jejak budaya dan interaksi yang signifikan.
Jejak Nusantara di Benua Afrika
Bukti keterkaitan antara Nusantara dan Afrika dapat ditemukan dalam berbagai aspek, salah satunya adalah keberadaan tanaman seperti pisang dan ubi jalar di Afrika Barat.
BACA JUGA:Meyikapi Kisah Sejarah Gua Lawa: Jejak Alam dan Budaya di Perut Bumi!
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gua Kontilola: Keunikan Gua Penuh Stalaktit dan Kelelawar di Papua!
Tanaman ini bukan berasal dari benua tersebut, melainkan diperkirakan diperkenalkan oleh para pelaut Asia Tenggara yang melakukan pertukaran dagang.