Salah satu kekuatan kerajaan ini adalah kemampuannya menjaga hubungan baik dengan masyarakat Dayak, menghormati adat dan budaya setempat.
Masa Kemunduran dan Perlawanan terhadap Kolonialisme
Memasuki abad ke-17, kedatangan Belanda membawa ancaman bagi Kerajaan Banjar. Belanda berupaya menguasai perdagangan lada dengan menerapkan perjanjian yang merugikan pihak kerajaan.
Campur tangan mereka semakin dalam, termasuk intervensi dalam pemerintahan dan penerapan monopoli dagang.
Perlawanan terhadap Belanda berlangsung selama lebih dari dua abad, dengan berbagai upaya mempertahankan kedaulatan oleh penguasa Banjar dan masyarakat setempat, termasuk suku Dayak.
BACA JUGA:Sejarah Gua Diah: Mengungkap Jejak Prasejarah di Pedalaman Nusantara!
BACA JUGA:Sejarah Gua Tewet: Mengungkap Warisan Seni Cadas Prasejarah di Kalimantan Timur!
Namun, tekanan kolonial yang semakin kuat akhirnya menyebabkan runtuhnya Kerajaan Banjar.
Warisan Sejarah Kerajaan Banjar
Meski mengalami kemunduran, jejak sejarah Kerajaan Banjar tetap terasa hingga kini. Nilai-nilai budaya dan agama yang diwariskan masih hidup dalam masyarakat Kalimantan Selatan.
Kisah kejayaan dan perjuangan kerajaan ini memberikan pelajaran berharga tentang peran Islam dalam peradaban Nusantara serta dampak kolonialisme terhadap kerajaan-kerajaan lokal.
Dengan memahami sejarah Kerajaan Banjar, generasi saat ini dapat menghargai warisan leluhur dan melestarikan budaya serta nilai-nilai sejarah bagi masa depan Kalimantan Selatan.