Tidak menyukai Bandung Bondowoso karena telah menghancurkan kerajaannya, Roro Jonggrang berusaha menolak lamarannya tanpa harus menyinggung perasaannya.
Ia pun memberikan syarat yang sulit: membangun seribu candi dan dua sumur dalam waktu satu malam sebelum fajar menyingsing.
Bantuan Pasukan Gaib
Dengan kepercayaan diri tinggi, Bandung Bondowoso menyanggupi syarat tersebut. Ia memanggil pasukan jin untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan itu. Dalam waktu singkat, hampir seluruh candi telah berdiri.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Istana Pagaruyung: Jejak Kejayaan Kerajaan Minangkabau!
BACA JUGA:Sejarah Keraton Kasepuhan: Kejayaan Kesultanan Cirebon yang Tetap Abadi!
Melihat kenyataan ini, Roro Jonggrang menjadi panik. Jika pembangunan selesai tepat waktu, ia tidak akan punya pilihan selain memenuhi janjinya.
Tipu Daya Roro Jonggrang
Tak ingin kehilangan akalnya, Roro Jonggrang mengumpulkan para perempuan desa untuk membakar jerami dan menumbuk padi di tengah malam.
Suara riuh yang ditimbulkan membuat ayam-ayam berkokok lebih awal, seolah fajar telah tiba.
Mendengar suara itu, pasukan jin yang membantu Bandung Bondowoso mengira hari telah pagi dan segera menghentikan pekerjaannya.
Akibatnya, satu candi masih belum selesai.
BACA JUGA:Sejarah Istana Cipanas: Warisan Bersejarah di Kaki Gunung Gede!
Kutukan Bandung Bondowoso
Saat menyadari bahwa dirinya telah ditipu, Bandung Bondowoso marah besar. Dengan amarah yang membara, ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu.