Sesuai pengamatan peneliti diketahui bahwa Gunung Padang ialah situs dengan bentuk pundek berundak.
Situs ini ialah peninggalan masa prasejarah, tepatnya zaman megalitikum atau batu besar. Bukti bahwa Gunung Padang artinya residu-residu dari zaman megalitikum bisa ditinjau berasal tinggalan bebatuan tempat pemujaan.
kawasan pemujaan permanen berdiri tegak sampai kini, namun terjadi kerusakan secara internal maupun eksternal pada situs ini. Kerusakan internal Gunung Padang disebabkan oleh tumbuh-tanaman liar dan erosi.
BACA JUGA:Kisah Sejarah Kota Surakarta Era Mataram Kuno, Hingga Sejarah Surakarta Setelah RI Merdeka!
Karena Kerusakan eksternal disebabkan oleh aktivitas wisata yang tidak terkendali, aksi destruksi, serta batu yang diduduki atau dipukul.
Faktor-faktor tersebut menyebabkan banyak asal batu punden sebagai aus, lepas, miring, retak, patah, bahkan jatuh ke lereng serta kaki bukit.
Akses Menuju Situs Gunung Padang
Buat menuju situs Gunung Padang, pengunjung dari Jakarta mampu mengambil arah zenit Bogor atau alternatif Jonggol menuju Cianjur Kota.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Kerajaan Salakanegara: Kerajaan Tertua Dalam Sejarah Indonesia atau Nusantara!
Perjalanan yang harus ditempuh dari kota masih kurang lebih 45 kilometer melewati Pal 2 atau Tegal Sereh.
Bila ingin memakai kereta, pengunjung bisa naik kereta commuter line hingga Stasiun Bogor serta melanjutkan perjalanan dengan kereta lokal ke Stasiun Lampegan.
Jaraknya tinggal 7 kilometer lagi ke area wisata Situs Gunung Padang.