Lorica Segmentata
Baju zirah ini terkenal karena lempengan logamnya yang disusun menjadi pita melingkar dan diikat dengan tali kulit.
Meskipun menawarkan perlindungan tinggi dan fleksibilitas, bukti arkeologis tentang penggunaannya cukup terbatas, sehingga banyak informasi berasal dari lukisan, patung, dan catatan sejarah.
Lorica Squamata
Lebih tua dari segmentata, baju besi ini terbuat dari sisik logam kecil yang dijahit ke dasar kain, menyerupai kulit ikan.
BACA JUGA:Menyelami Makna Sejarah Suku Kajang: yang Tertua Di indonesia!
BACA JUGA:Kisah Sejarah Suku Sentinel yang Hidup Di Zaman Batu, Tanpa Berhubungan Dengan Orang Asing!
Desain bertumpuk ini melindungi prajurit dari serangan tajam sambil tetap memungkinkan pergerakan yang cukup leluasa.
Lorica Hamata
Sebagai baju zirah rantai, hamata dibuat dari ribuan ring logam yang saling terhubung.
Meskipun memakan waktu produksi berbulan-bulan, baju besi ini terkenal akan daya tahan dan efektivitasnya, bahkan terus digunakan hingga Abad Pertengahan karena lebih terjangkau daripada lorica segmentata.
Meskipun kualitas perlengkapan tempur Romawi sempat menurun karena kebutuhan produksi massal, keahlian mereka dalam merancang berbagai jenis baju besi tetap menjadi bukti inovasi militer yang luar biasa.
Perpaduan strategi, disiplin, dan teknologi inilah yang mengukuhkan Romawi sebagai salah satu kekuatan militer terbesar dalam sejarah.