Mengungkap Kualitas Baju Besi Legion Romawi Kuno: Seberapa Kuat dan Efektif?

Rabu 12-03-2025,16:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Kekuatan militer Kekaisaran Romawi tidak hanya bergantung pada kedisiplinan pasukan dan strategi taktis, tetapi juga pada kecanggihan perlengkapan tempur mereka.

Peralatan militer Romawi diproduksi secara standar dan menjadi bagian penting dari keberhasilan mereka di medan perang, yang dikenal sebagai res militaris atau disciplina.

Namun, menurut Christina Athanasiou, seorang sejarawan dari Yunani, tidak semua prajurit Romawi memiliki perlengkapan yang lebih unggul daripada lawan mereka yang lebih kaya.

Ia mengungkapkan bahwa setelah "Reformasi Marian", kebutuhan akan produksi massal untuk memenuhi kebutuhan pasukan besar berujung pada penurunan kualitas perlengkapan.

BACA JUGA:Sejarah Candi Penataran: Memiliki Arsitektur yang Memukau dan Fakta Uniknya!

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Kerajaan Salakanegara: Kerajaan Tertua Dalam Sejarah Indonesia atau Nusantara!

Kekaisaran Romawi berdiri dari tahun 31 SM hingga 476 M, berawal sebagai kerajaan, kemudian republik, hingga akhirnya menjadi kekaisaran yang berpusat di Roma.

Pada puncaknya, sekitar tahun 117 M, Romawi menguasai wilayah luas seluas 5 juta meter persegi dan mencakup 20% populasi dunia saat itu.

Selama perang saudara, permintaan besar-besaran akan perlengkapan tempur membuat kualitas helm menurun.

Beberapa temuan arkeologis dari Cremona, yang berasal dari tahun 69 Masehi, menunjukkan bahwa helm-helm tersebut sering kali diproduksi dengan kualitas rendah dan membutuhkan perlindungan tambahan seperti anyaman.

Pada pengepungan Dyrrhachium, misalnya, helm pasukan Pompeius mengalami kerusakan parah akibat serangan panah dan pelontar batu musuh.

BACA JUGA:Menyingkap 6 Fakta Gunung Prau: Pesona Alam dan Warisan Sejarah yang Terlupakan

BACA JUGA:Kemegahan dan Perjuangan: Sejarah Panjang Kesultanan Ternate

BACA JUGA:Kisah Sejarah Tamansari; Sendang Pemandian Raja yang Memiliki Banyak Mitos!

Teknik produksi massal juga menyebabkan ukuran baju besi lebih kecil demi mempercepat produksi dan mengurangi biaya, meskipun ada keuntungan dari segi mobilitas.

Kategori :