sesuai catatan Sugeng Riyanto serta mitra-mitra dalam “Studi Potensi Lansekap Sejarah untuk Pengembangan Wisata Sejarah pada Kota Singaraja”
yang termuat di jurnal Arsitektur Lansekap (vol.dua, no.1, 2016), terdapat beberapa peninggalan sejarah Kerajaan Buleleng, pada antaranya artinya:
1. Perempatan Agung (Catus Patha)
Perempatan berlokasi di Jalan Mayor Metra, Veteran, serta Gajah Mada, Kota Singaraja. Konsep penataan ruang ini diklaim tradisional khas Buleleng, terdiri atas pura, puri (pusat pemerintahan), pasar, serta lapangan terbuka.
2. Masjid kuno (Keramat)
Ditemukan ketika orang Bajo asal Suku Bugis menyisir lahan yang tertutup semak belukar pada tepi Sungai Buleleng. Diduga, masjid ini merupakan peninggalan Buleleng waktu imbas Islam masuk ke Bali.
3. Masjid Agung Jami'
Peninggalan ini semula bernama Masjid Jami yang ditujukan menjadi simbol toleransi beragama pada Kerajaan Buleleng. Namanya diubah di 1970, menjadi bentuk penghargaan kepada kebaikan Raja Buleleng.
4. Kampung Bugis
BACA JUGA:Oppo Reno 14 Pro 5G, Desain Elegan dan Performa Unggul dalam Satu Ponsel
Catatan sejarah perjalanan orang seberang bisa dilihat dari kampung ini. Suku Bugis ketika itu tergabung pada angkatan bahari Kerajaan Buleleng dan banyak yang menetap di Singaraja.
5. tempat kerja Bupati Buleleng
sehabis Buleleng dikuasai Belanda, dibangun gedung Asisten Residen buat pejabat Belanda. lalu pasca Indonesia merdeka, diubah manfaatnya oleh pemda Bali sebagai Gedung Veteran dan perguruan tinggi.
6. Eks Perlabuhan Buleleng
BACA JUGA:Mengungkap Misteri Suku Sumbawa: Wadu Paa dan Tradisi Tolak Bala yang Sakral