Bagaimana Sejarah Kota Malang? Asal Usul Nama, Perkembangan, dan Julukannya!

Senin 10-03-2025,19:03 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Tumenggung Alap-Alap, yang memimpin jalur tengah lewat wilayah Ngantang, mengalami hambatan. waktu hendak memasuki daerah Malang, pasukan pimpinan Tumenggung Alap-Alap dihalangi ribuan pohon tumbang.

Pohon-pohon yang tumbang menutupi jalur masuk menuju Malang.

Meski telah berhasil membersihkan pohon tersebut, pasukan Mataram masih dihadapkan sang perlawanan berasal pasukan daerah Malang pimpinan Bupati Malang, yaitu Ronggosukmo.

Perlawanan Ronggosukmo terhadap serangan Mataram rupanya relatif bertenaga. Bahkan, di akhirnya, mereka bisa mempertahankan wilayah Malang, kendati membawa pasukan yg relatif lebih sedikit.

BACA JUGA:Sejarah Penangkaran Penyu: Bagaimana Kisah Keberadaan Hewan yang jadi Logo Kabupaten Sukabumi itu Bermula?

pada sisi lain, pasukan Mataram pun bisa diatasi menggunakan mudah. insiden tersebut menginspirasi penamaan Kota Malang, yg bisa diartikan menjadi penghalang atau menghalang-halangi.

sementara itu, pada masa kolonial Belanda, Kota Malang termasuk salah satu titik dari modernisasi di tanah Hindia Belanda.

Melansir laman pemkot Malang, tonggak tersebut ditandai dengan beroperasinya kereta barah pada Kota Malang mulai tahun 1879.

Perkembangan pada Kota Malang pun mulai pesat, mirip dari aspek rapikan kota dan  perubahan fungsi huma. Herman Thomas Karsten sebagai sosok yang dianggap terlibat pada penataan ruang Kota Malang.

BACA JUGA:Kisah Sejarah Penemuan Candi Bojongmenje: Candi ini berada Tidak Jauh dari Samsat Rancaekek!

Latar belakang Karsten yang seseorang arsitek membuat dirinya ditunjuk menjadi penasihat perencanaan Kota Malang pada 1929. Bouwplan I-VIII menjadi acara yg melibatkan Karsten secara aktif.

program itu galat satunya menyiapkan antisipasi perkembangan hingga 25 tahun ke depan. Adapun karya asal Herman Thomas Karsten diantaranya Ijen Boulevard, yg sekarang jadi landmark heritage Kota Malang.

Berakhirnya kekuasaan pemerintah Hindia Belanda membawa Kota Malang ke dalam periode baru dalam saat yang singkat. Mulai 8 Maret 1942, Malang diduduki oeh Jepang.

3 tahun berselang, tepatnya 21 September 1945, Malang pun masuk ke dalam wilayah Republik Indonesia. Sempat diduduki balik oleh Belanda pada 22 Juli 1947, Malang balik  ke pangkuan Indonesi pada dua Maret 1950.

BACA JUGA:Mengenal Lebih Dekat Sejarah Suku Jawa: yang Terkenal Akan Tata Karma dan Lemah Lembut!

Malang pun akhirnya dikenal sebagai salah satu dari apa yang diklaim Malang Raya, meliputi kota Malang sendiri, kemduian Kota Batu, serta Kabupaten Malang.

Kategori :