Fathu Makkah sebagai galat satu penanda zenit kesuksesan ekspansi pasukan kaum muslimin di pada juga luar Hijaz.
Bertambah bertenaga serta luasnya kekuasaan Islam menghasilkan para musuh gemetar, termasuk Kaisar Romawi. lalu, terdengar informasi bahwa mereka berencana melancarkan agresi mendadak terhadap kaum muslim.
Sekitar 4000 prajurit berkuda dan infanteri tentara Romawi yg dilengkapi persenjataan contoh teranyar berkemah di perbatasan Suriah.
Kabilah-kabilah yang tinggal pada daerah perbatasan atau daerah Tabuk, seperti Lakham, 'Amilah, Ghassan, dan Jazam, ikut bergabung pada pasukan tersebut, maju sampai Balqa'.
BACA JUGA:Mengenal Lebih Dekat Sejarah Suku Jawa: yang Terkenal Akan Tata Karma dan Lemah Lembut!
Muhammad Basri, dkk pada artikel jurnal bertajuk "Sejarah serta dampak Perang Tabuk: Analisis Mendalam terhadap perseteruan Perbatasan pada Perspektif Sejarah.
Serta humanisme" (2024) mengungkapkan, Lakham, 'Amilah, Ghassan, dan Jazam merupakan kabilah-kabilah yang beberapa waktu sebelumnya menolak Perjanjian Hudaibiyah dan keuhkeuh melanjutkan permasalahan menggunakan umat muslim.
Info mengenai perkemahan sekelompok pasukan Romawi di perbatasan Suriah segera berhembus melalui kafilah yg melakukan perdagangan ke Madinah.
Tidak ada pilihan lain bagi Rasulullah saw., kecuali segera menyiapkan pasukan guna menghadapi peperangan.
Tokoh-Tokoh Perang Tabuk
BACA JUGA:Bagaimana Asal Usul Suku Madura yang Penuh Kekerabatan dan Larangan!
Pada masa persiapan Perang Tabuk, syarat Madinah cukup memprihatinkan. Terjadi animo kering panjang sebagai akibatnya panen tersendat.
Meskipun demikian, Nabi Muhammad segera mengirim utusan buat mengajak kabilah-kabilah Arab buat bergabung. saat momen itu, buat pertama kalinya, dia mengumumkan perang secara pribadi.
Tidak semua orang menyambut seruan Rasulullah sebab aneka macam alasan, terutama berkaitan keadaan Madinah yg kurang mendukung.
Meskipun demikian, beberapa sahabat berlomba-lomba menyumbangkan harta kekayaannya menjadi kapital perjalanan kaum Muslimin menuju Tabuk. Berikut beberapa tokoh dalam Perang Tabuk yang menyumbangkan hartanya.
BACA JUGA:Menggali Kekayaan Tradisi Suku Simalungun: Warisan Budaya dan Makna Filosofis yang Mendalam