Keyakinan akan keberadaan jin dan makhluk tak kasatmata masih sangat kuat di kalangan masyarakat Sumbawa.
Lokasi-lokasi tertentu, seperti hutan lebat, sungai, atau pohon besar, sering dianggap sebagai tempat bersemayamnya makhluk halus.
Ketika melewati area tersebut, warga biasanya mengucapkan salam atau doa untuk menghormati keberadaan mereka dan menghindari gangguan.
Nitu: Penjaga Keseimbangan Alam
Dalam kepercayaan masyarakat Sumbawa, Nitu dikenal sebagai penjaga alam yang bisa mendatangkan musibah atau penyakit bagi mereka yang melanggar aturan adat.
BACA JUGA:Sederet Mitos Gunung Agung di Bali: yang Diyakini Tempat Dewa-Dewa Bersemayam!
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Taman Nasional Gunung Mulu: Ada Keajaiban yang Tersembunyi!
Kehadirannya sering dikaitkan dengan fenomena aneh, seperti hawa dingin yang tiba-tiba atau suara misterius yang sulit dijelaskan secara logis.
Ritual Penyembuhan dan Pengusiran Energi Negatif
Ketika seseorang mengalami sakit yang sulit disembuhkan secara medis, masyarakat Sumbawa sering mengaitkannya dengan gangguan makhluk halus.
Dukun atau tetua adat akan memimpin ritual penyembuhan yang melibatkan doa, asap kemenyan, dan benda-benda pusaka untuk mengusir energi negatif yang mengganggu.
Upacara Tolak Bala untuk Menjaga Harmoni
Sebagai upaya menjaga keseimbangan dengan alam dan menghindari bencana, masyarakat Sumbawa mengadakan upacara tolak bala.
Prosesi ini melibatkan persembahan sesajen di tempat-tempat yang dianggap sakral, seperti puncak gunung atau tepi pantai, sebagai simbol permohonan perlindungan dari kekuatan gaib.
BACA JUGA:Sejarah Terbentuknya Danau Kawah Gunung Galunggung, Mempunyai Daya Tarik dan Keindahan Menakjubkan!