4. Dilarang memakai emas
Syahdan, ada seorang pendaki gunung memakai emas saat bertualang ke Gunung Agung.
Padahal ada embargo berasal Ida Bhatara Lingsir bahwa tidak boleh menggunakan emas. Ida Bhatara Lingsir dianggap menjadi sosok penjaga keutuhan Gunung Agung.
BACA JUGA:Sejarah Candi Kidal: Penghormatan untuk Anusapati Raja Singasari yang bercorak Hindu!
Akibatnya pendaki tadi merasa lumpuh serta tidak mampu beranjak. Meskipun Cuma mitos, terdapat baiknya mematuhi embargo tersebut. Toh, membawa perhiasan saat mendaki gunung jua bukan keputusan bijak.
5. Rahasia monyet putih
Kera putih ialah binatang sakral bagi warga Bali, khususnya warga Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Kehadiran monyet putih dianggap menjadi utusan Ida Bhatara Lingsir menjadi pertanda baik.
Simpanse putih umumnya timbul kala perayaan hari akbar mirip ritual Pujawali di Pura Pasar Agung yg digelar sekali setahun. waktu Gunung Agung erupsi, monyet putih terkadang pula muncul buat memberi peringatan.
BACA JUGA:Menjadi Saksi Bisu Sejarah Perjuangan Bukit Menumbing: Hingga Kini Menjadi Meseum!
6. Pendaki wajib ditemani orang suci
Bagi warga Bali, Gunung Agung merupakan gunung kudus. karena alasan ini, pendaki yang hendak mendaki gunung harus ditemani oleh orang suci.
Orang suci yg dimaksud merupakan rahib atau orang eksklusif yang disucikan. dengan demikian tidak sembarang orang mampu mendaki tanpa izin.
7. Rahasia anjing penunjuk jalan
BACA JUGA:Sejarah Wayang Orang: Tradisi dan Kesenian yang Memadukan Tari, Musik!
Dikisahkan, bagi pendaki Gunung Agung menggunakan rute Pura Besakih, biasanya akan menemukan grup anjing pada sekitar gerbang.
Terkadang anjing-anjing ini akan ikut mendaki bahkan sampai zenit, seakan memandu jalan. syahdan terdapat pendaki yg tersesat dan berhasil selamat hingga ke puncak sehabis mengikuti anjing-anjing tersebut.