Sejarah Rumah Adat Palembang: Keunikan, Pesona Rumah Adat dan Filosofi!

Senin 03-03-2025,18:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Ada 3 kayu yang digunakan pada pembuatan rumah limas yaitu: Kayu unglen, kayu jenis ini dipergunakan dalam membentuk fondasi rumah. Kayu ini terkenal memiliki struktur bertenaga dan tahan akan air.

Kayu seru, pada agama rakyat Palembang jenis kayu ini tidak boleh dilangkahi dan  diinjak.

Kayu ini termasuk langka serta kerap dipergunakan untuk membangun bagian kerangka pada dalam tempat tinggal adat Palembang.

BACA JUGA:Sejarah Singkat Asal-usul Candi Muara Takus Serta Peninggalan-Peninggalan Candi Tersebut!

Kayu tambesu, jenis kayu yg diyakini memiliki kelebihan dalam aspek ekologi serta ekonomi. umumnya penggunaan kayu ini buat membentuk lantai, pintu, dinding sampai ventilasi.

3. Filosofi rumah Limas

mirip yg telah dijelaskan di atas, rumah limas mempunyai bentuk bertingkat. Tiap tingkat pada pada bangunan ini terdapat aturan yg mesti dipatuhi.

Adapun tiap tingkatannya memakai filosofi Kekijing. Landasan dari filosofi ini diantaranya penghuninya yaitu usia, jenis kelamin, pangkat, talenta serta martabat.

BACA JUGA:Sejarah Penemuan Candi Ngawen: Magelang, Jawa Tengah Serta Keunikan Bentuk Candi Ngawen!

berikut adalah lima filosofi setiap strata asal tempat tinggal norma Palembang.

Pagar Tenggalung (tingkat Pertama)

tingkat pertama dianggap Pagar Tenggalung karena ruangan pada taraf ini tak memiliki dinding, jadi terhampar seperti beranda.

Pagar Tenggalung ini ialah bagian teras berasal rumah limas. manfaatnya sebagai daerah menerima tamu, pula mampu dipergunakan buat hajatan atau upacara tata cara.

Jogan (tingkat ke 2)

BACA JUGA:Terungkap! 5 Peninggalan Kerajaan Kutai yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Bikin Terkejut!

tingkat ke 2 ini khusus diperuntukkan bagi anggota famili berasal pemilik rumah dengan jenis kelamin .

Kategori :