Menariknya, rumah limas yang telah berusia ratusan tahun tadi ternyata masih terdapat sampai kini ini kendati sudah berkali-kali dipindahkan.
Rumah limas telah sangat sporadis ditemui kini ini. buat prototipe tempat tinggal istiadat Palembang ditempatkan di Museum Balaputra tuhan Palembang.
Wisatawan bisa mengunjungi museum ini apabila ingin melihat warisan budaya yang menjadi ikon Bumi Sriwijaya.
2. karakteristik Arsitektural
BACA JUGA:Sejarah Rumah Adat Suku Osing dari Banyuwangi: Ciri Khas Rumah Adat, Serta Fungsi Sosial dan Budaya!
Ruang Bertingkat pada dalam rumah tempat tinggal tata cara Palembang sebagai unik dan berbeda dari tempat tinggal norma panggung lainnya ialah ruang bertingkat yg terdapat pada dalamnya.
Ruang tersebut dianggap bengkalis atau berjenjang. Peruntukan ruangan ini digunakan oleh pemilik tempat tinggal waktu mengadakan hajatan serta pertemuan famili.
Saat hajatan berlangsung, terdapat tamu yang memiliki strata sosial biasa, tamu tadi akan ditempatkan di teras atau tingkatan ke 2.
Pada dasarnya, semakin tinggi tingkatan sosial tamu yg datang, maka semakin tinggi pula strata tempat duduk di tempat tinggal tersebut.
BACA JUGA:Terungkap! 5 Peninggalan Kerajaan Kutai yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Bikin Terkejut!
Selain penempatan tamu sesuai kedudukan sosial, sistemnya pun diurutkan sesuai umur, kedudukan di keluarga, pemerintahan, serta pekerjaan.
Keunikan Konstruksi dan Desain
Tempat tinggal limas dibangun menggunakan gaya tempat tinggal anjung seperti tempat tinggal adat pada banyak sekali provinsi lainnya.
Buat berukuran mulai dari 15 x 30 meter sampai 20 x 60 meter. Keunikan dari bangunan ini terletak berasal ukiran khas Palembang di kusen, dinding antar ruang kamar dan ventilasi.
BACA JUGA:Harmoni dengan Alam: Peran Suku Mapur dalam Menjaga Ekosistem Bangka
Buat konstruksi bangunan tempat tinggal dibuat berasal bahan kayu orisinil asal Sumatra Selatan. dalam pemilihannya pun diubahsuaikan dengan karakter kayu dan kepercayaan asal warga setempat.