Suku Asmat percaya bahwa bahtera yang terdapat di pada gesekan kayu mereka adalah simbol perahu arwah yg akan membawa nenek moyang mereka ke alam kematian.
Sekali lagi, tema tadi permanen masih berafiliasi menggunakan nenek moyang.
Hal itu tidak mengherankan, mengingat kesenian tabrakan kayu merupakan perwujudan orang-orang Asmat buat mengenang arwah para leluhur yg mereka cintai dan junjung tinggi.
BACA JUGA:Misteri Hilangnya Harta Karun Kerajaan Majapahit: Apa Penyebab Hilangnya Harta Karun Tersebut!
tata cara istiadat Suku Asmat
sampai ketika ini, warga Suku Asmat masih memegang erat istiadat norma yang telah diwariskan sang leluhur mereka.
aturan norma tata cara tadi selalu diterapkan di dalam kehidupan mereka sehari-hari, pada antaranya yaitu:
1. Tradisi saat Hamil
BACA JUGA:Mengenal Sejarah Suku Tanimbar: Asal-usul Serta Tradisi yang Dilakukan oleh Suku Tersebut!
saat ada wanita Asmat hamil, mereka akan sangat dijaga sang keluarganya.
wanita hamil akan diperlakukan menggunakan sangat baik hingga persalinan bisa dilakukan menggunakan lancar serta bayi lahir dengan sehat dan selamat.
2. Proses Kelahiran
selesainya bayinya lahir, maka akan diadakan upacara selamatan dengan cara mutilasi tali pusar dengan bantuan sembilu yang dirancang asal bambu yg diruncingkan. Bayi akan disusui oleh ibunya hingga usianya dua sampai 3 tahun.
BACA JUGA:Misteri Kematian Sultan Agung: Apakah Benar-benar Mati karena Penyakit Ataukah Dibunuh Seseorang!
3. Proses Pernikahan
Pernikahan warga Suku Asmat hanya bisa dilakukan saat seseorang telah berusia 17 tahun atau lebih. di mana pernikahan tadi juga dilakukan selesainya memperoleh persetujuan asal kedua belah pihak.