Makna lain dari motif ini jua terlihat berasal tiang kapal yg digambarkan terbalik serta tidak beriringan dengan bentuk kapal.
Hal ini mempunyai makna bahwa usahakan kita harus permanen waspada pada mengerjakan sesuatu agar tidak menyebabkan malapetaka pada kemudian hari.
3. Motif Durian Pecah
BACA JUGA:Sejarah Warisan Tarian Piring Sampai Saat ini Tetap Berkembang: Ini Ciri Khas Tarian Piring!
Motif ini menggambarkan butir durian yg terpecah sebagai dua bagian. Selain durian, motif ini mempunyai ornamen berupa hiasan resam, daun pakis, dan bunga kangkung.
Makna filosofis yang terkandung pada motif ini ialah pemimpin harus mempunyai sifat amanah, tegas pada sikap serta ucapan, dan menyampaikan manfaat bagi orang banyak.
4. Motif Kaca Piring
Kaca piring diambil dari motif bunga jeruk bercabang tetapi terjadi kesalahan saat menarik canting, sebagai akibatnya motifnya lebih seperti menggunakan bunga kaca piring.
BACA JUGA:Jejak Budaya dan Kehidupan Ekonomi Suku Ambon: Harmoni dalam Tradisi Sehari-hari
Makna filosofis yg terkandung dalam motif ini artinya agar insan senantiasa tegar dalam menjalani kehidupan dan mendeskripsikan hati yg higienis.
5. Motif Batanghari
Motif ini dilukiskan memakai berbagai detail seperti gunung, peredaran sungai, tanaman serta fauna.
Motifnya berbentuk sulur tanaman yang membentang dari bawah ke bagian atas yang terinspirasi asal lekukan Sungai Batanghari.
BACA JUGA:Sejarah Singkat Kerajaan Galuh: Prasejarah Perkembangaan Dari masa ke Masa Peninggalan Kerajaan!
Makna filosofis yang terkandung pada dalam motif ini adalah mengajarkan insan agar tidak simpel menyerah dalam menghadapi aneka macam duduk perkara kehidupan.
Kita harus bisa mencari jalan keluar dari setiap permasalahan mirip aliran sungai yg mengalir dari hulu ke hilir.