Vitamin B kompleks
Vitamin B, terutama B6, B9 (asam folat), dan B12, berperan dalam produksi neurotransmiter dan meningkatkan fungsi otak.
Sumbernya meliputi sayuran hijau, daging tanpa lemak, dan telur.
Probiotik dan prebiotik
Kesehatan usus yang baik berkaitan erat dengan kesehatan mental.
Probiotik dalam yogurt dan kefir serta prebiotik dalam pisang dan bawang putih membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang berkontribusi terhadap suasana hati yang lebih stabil.
Antioksidan
Buah beri, teh hijau, dan cokelat hitam kaya akan antioksidan yang dapat melindungi otak dari kerusakan akibat stres oksidatif.
3. Dampak Pola Makan Buruk terhadap Kesehatan Mental
Mengonsumsi makanan olahan, minuman bersoda, dan makanan tinggi gula dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang dapat memicu kecemasan dan depresi.
BACA JUGA:Gelar Musrenbang Kecamatan Dempo Tengah, Buraqqo : Usulan Bermanfaat Bagi Masyarakat
Selain itu, pola makan buruk sering kali menyebabkan ketidakseimbangan gula darah yang berdampak pada suasana hati yang tidak stabil dan mudah tersinggung.
Kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi dan magnesium, juga dapat menyebabkan kelelahan dan menurunnya konsentrasi, yang dapat memperburuk kondisi mental seseorang.
Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat sangat penting untuk mendukung keseimbangan emosional dan kognitif.
4. Menerapkan Pola Makan Sehat untuk Kesehatan Mental