Cerita-cerita epik dari India, seperti Ramayana dan Mahabharata, menjadi bagian dari tradisi sastra Sriwijaya, yang diadaptasi dalam bentuk seni pertunjukan dan naskah-naskah sastra lokal.
BACA JUGA:Siapa Sangka, Upacara Adat Suku Minahasa Menyimpan Cerita Sejarah yang Mengagumkan!
Pemerintahan dan Sistem Sosial
Sistem pemerintahan di Kerajaan Sriwijaya juga dipengaruhi oleh struktur politik di India.
Konsep tentang raja sebagai dewa yang berkuasa di bumi, dikenal dengan istilah "devaraja", diadopsi oleh kerajaan ini dari India.
Dalam sistem ini, raja dianggap sebagai perwujudan dewa yang memiliki kekuatan luar biasa dan bertanggung jawab untuk menjaga kesejahteraan rakyat serta kelangsungan kerajaan.
Gagasan ini memperkuat legitimasi kekuasaan raja-raja Sriwijaya di mata rakyat dan luar negeri.
BACA JUGA:Siapa Sangka, Inilah Sejarah dan Asal Usul Suku Minahasa!
Selain itu, Sriwijaya juga mengenal sistem kasta yang diadaptasi dari India, meskipun tidak seketat yang ada di India.
Struktur sosial ini membantu menjaga kestabilan dalam masyarakat dan memastikan setiap kelompok sosial menjalankan peranannya masing-masing.
Secara keseluruhan, pengaruh budaya India di Kerajaan Sriwijaya sangatlah besar dan mendalam.
Agama Hindu dan Buddha, seni dan arsitektur, bahasa dan sastra, serta sistem pemerintahan dan sosial yang ada di Sriwijaya sebagian besar dipengaruhi oleh budaya India.
BACA JUGA:Bagaimana Sastra Tutur Lisan Sebarkan Islam di Tanah Besemah? Ini Sejarahnya!
Hal ini membuktikan bahwa Sriwijaya bukan hanya sebuah kerajaan maritim yang sukses dalam bidang perdagangan, tetapi juga pusat kebudayaan yang menyerap dan mengembangkan unsur-unsur budaya India. Dengan demikian, Sriwijaya menjadi salah satu contoh penting dalam sejarah interaksi budaya antara India dan Asia Tenggara.