Melalui hubungan ini, Genghis Khan menciptakan jaringan kekuatan yang mendukung ambisinya.
Genghis Khan memiliki beberapa istri dan selir. Selain Börte, beberapa wanita yang diambilnya berasal dari suku-suku yang berhasil ia taklukkan.
Dalam catatan sejarah, terdapat banyak laporan mengenai wanita-wanita ini, meskipun nama mereka seringkali tidak tercatat.
Perlu dicatat bahwa hubungan Genghis Khan dengan wanita-wanita ini tidak hanya bersifat fisik;
BACA JUGA:Mengupas Sejarah dan Keajaiban Alam Gunung Patuha di Bandung
ia juga dikenal sebagai sosok yang menghormati wanita dan memberi mereka posisi penting dalam masyarakat, terutama di kalangan keluarga kerajaan.
Meskipun memiliki banyak wanita, Genghis Khan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesetiaan.
Ia menuntut kesetiaan dari para istrinya dan menganggap perselingkuhan sebagai pelanggaran serius.
Dalam budaya Mongol, kehormatan dan kesetiaan merupakan hal yang sangat dihargai.
BACA JUGA:Menggali Kekayaan Sejarah Pagaralam: Dari Candi Agung hingga Tradisi Adat
Hal ini terlihat dari perlakuan Genghis Khan terhadap Börte, yang selalu ia cintai dan hormati sepanjang hidupnya.
Dalam konteks kekaisaran yang ia dirikan, wanita juga berperan penting.
Mereka tidak hanya sebagai pasangan hidup, tetapi juga sebagai mediator dan diplomat dalam hubungan antar suku.
Wanita-wanita dalam kekaisaran Mongol sering terlibat dalam keputusan-keputusan penting dan dapat mempengaruhi jalannya sejarah.
BACA JUGA:Menyelami Sejarah dan Keajaiban Alam: Wisata Cappadocia
Warisan Genghis Khan sebagai penakluk besar dan pemimpin militer tak tertandingi tetap abadi.