Namun, kehidupan romantisnya menunjukkan sisi manusiawinya yang kompleks.
Genghis Khan bukan hanya seorang penakluk yang brutal, tetapi juga seorang suami dan pemimpin yang memanfaatkan hubungan sosial untuk memperkuat kekuasaan.
Dengan memiliki banyak wanita, ia tidak hanya membangun kekuatan pribadi tetapi juga memperkuat jaringan politiknya, menciptakan fondasi bagi kekaisaran yang akan bertahan selama berabad-abad.
BACA JUGA:Sejarah dan Keindahan Pantai Sawarna: Destinasi Wisata yang Menawan
Dalam akhir hayatnya, Genghis Khan meninggalkan warisan yang lebih dari sekadar penaklukan.
Ia membentuk identitas bangsa Mongol dan mengajarkan pentingnya kesetiaan, kekuatan, dan aliansi.
Sejarahnya mengajarkan bahwa seorang pemimpin besar tidak hanya dikenal dari keberaniannya dalam pertempuran, tetapi juga dari cara ia membangun hubungan di sekitarnya, termasuk dengan wanita-wanita dalam hidupnya.