Sejak jatuhnya Sriwijaya sekitar abad ke-11 atau ke-12, para perompak di Selat Malaka hidup mandiri dan tampak semakin brutal. Selat Malaka berisiko untuk pelayaran.
Hal inilah yang “dibersihkan” oleh armada Cheng Ho (Zheng He) pada abad ke-15. Namun, pada waktu-waktu kemudian, para perompak terus beraksi. Hingga sekarang.