Kisah Epik Si Pahit Lidah, Pertarungan dan Kesaktian dalam Legenda yang Abadi!

Sabtu 08-07-2023,19:51 WIB
Reporter : Almi
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Cerita legenda tentang Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat menjadi salah satu cerita yang sangat terkenal di masyarakat  Sumatera.

Khususnya di bagian selatan (Sumatera Selatan, Begkulu dan Lampung) Keduanya merupakan tokoh yang penuh kehebatan dan ketenaran, dan legenda mereka masih dikenang hingga saat ini.

Dalam legenda Si Pahit Lidah, terdapat dua versi cerita yang membedakan jalan ceritanya.

Versi pertama menceritakan tentang kehidupan Si Pahit Lidah bersama istrinya dan adik iparnya, Aria Tebing.

Dalam versi ini, terjadi perselisihan antara Serunting Sakti, tokoh antagonis, dan Aria Tebing yang mempengaruhi hubungan antara kedua tokoh tersebut.

BACA JUGA:Gunung Kerinci, Surga Pendaki dan Rumah Legenda Uhang Pandak, Hati-Hati Kalau Bertemu Orang Tersebut!


Legenda Si Pahit Lidah 

Akibat perseteruan ini, Serunting Sakti memilih mengasingkan diri dan mendapatkan kesaktian.

Namun, sakti lidah Serunting Sakti memiliki efek negatif, yaitu setiap perkataannya yang mengucapkan sumpah terhadap orang, hewan, atau benda akan berubah menjadi batu.

Namun, kesaktiannya juga membawa kebaikan, seperti membantu sepasang suami istri yang tidak memiliki keturunan hingga akhirnya mereka memiliki anak dan mengubah daerah yang tandus menjadi hutan yang lebat.

BACA JUGA:Masih Misteri Hilangnya 3 Pendekar Sakti Tanah Jawa Ini, Tapi Ceritanya Masih Melegenda, Siapa Mereka

Versi kedua mengisahkan tentang pertempuran antara Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat.

Dalam versi ini, cerita hanya fokus pada adu kesaktian antara kedua tokoh tersebut. Si Pahit Lidah akhirnya tewas akibat tipu muslihat Si Mata Empat, namun Si Mata Empat juga menemui ajalnya akibat racun dari lidah Si Pahit Lidah.

Kedua cerita legenda ini telah dikenal luas oleh masyarakat.

Namun, terdapat juga versi cerita yang berbeda di daerah Besemah Kota Pagaralam dan sekitarnya, di mana legenda Si Pahit Lidah dikaitkan dengan situs megalitik di Desa Tanjung Telang.

Kategori :