Misalnya menunjuk/mengangkat seorang juru pelihara seperti yang terjadi pada situs-situs megalitik lainnya.
Ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya dan dijadikan destinasi wisata sehingga upaya nyata pelindungan, pelestraian hingga pemanfaatan terhadap Batu Tatahan benar-benar ada.
Di Desa Air Puar selain terdapat Batu Tatahan juga ditemukan tinggalan megalitik lainnya yaitu Lumpang Batu.
BACA JUGA:Kerinci yang Tak Terucap, Sejarah Terpendam dari Puncak Barat Indonesia
Di desa ini terdapat Lumpang Batu sebanyak 2 buah yang berada di persawahan. Jarak Lumpang Batu dengan Batu Tatahan sekitar 700 meter.
Lumpang Batu pertama merupakan Lumpang Batu berlubang tiga dengan pelipit/pembatas yang terlihat jelas pada setiap lubang, posisi lumpang miring dengan lubang di bagian samping.
Lumpang Batu ini mempunyai ukuran 132 cm, lebar 100 cm dan tinggi 100 cm.
Lumpang Batu kedua adalah lumpang batu berlubang dua dengan posisi miring dimana bagian yang berlubang berada di bagian samping.
BACA JUGA:Bukan Hanya Wisata, Ternyata Pagar Alam Miliki Ratusan Situs Megalithikum
Lumpang Batu mempunyai ukuran panjang 115 cm, lebar 67 cm dan tinggi 105 cm.
Jadi di Desa Air Puar saat ini terdapat 2 situs megalitik yaitu Batu Tatahan dan Lumpang Batu.
Selain itu juga ditemukan peninggalan budaya yang lebih muda yaitu Ghumah Baghi yang merupakan rumah adat Kabupaten Lahat.
Dan untuk daya tarik wisata lainnya di Desa Air Puar ada 6 air terjun atau cughup yaitu Cughup Datar Lebar, Datar Lebar Tinggi, Asahan, Rubat, Karlantang, dan Pendaghatan.
BACA JUGA:Gunung Tambora dan Tahun Tanpa Musim Panas, Ketika Indonesia Mengubah Dunia
Dengan potensi alam dan budaya yang ada di Desa Air Puar berupa daya tarik wisata budaya dan alam serta sumber daya lainnya.
Seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan maka dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.