Ada Suspek Kasus DBD, Puskesmas Sidorejo Langsung Fogging
Foto : Fogging yang dilakukan di kawasan pemukiman suspek kasus DBD oleh petugas Puskesmas Sidorejo.--ist
PAGARALAMPOS.COM - Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan UPTD Puskesmas Sidorejo. Petugas melaksanakan fogging di kawasan Nusa Indah RT 02, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagar Alam Selatan, setelah menerima laporan adanya warga yang terjangkit DBD. (11/9)
Kepala UPTD Puskesmas Sidorejo, drg. Mariam Jamilah MKM.ditemui langsung pagaralampos.com mengatakan tindakan fogging dilakukan sebagai langkah cepat untuk memutus potensi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti.
“Setelah ada laporan warga yang terkena DBD, kami dari UPTD Puskesmas Sidorejo langsung melakukan tindakan fogging,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kemarau dengan aliran air yang tidak lancar turut meningkatkan risiko berkembangnya jentik nyamuk. Pihaknya juga menemukan sejumlah kasus yang masih berstatus suspek DBD.
BACA JUGA:Waspada DBD di Musim Pancaroba, Puskesmas Bumi Agung Ajak Warga Tingkatkan Pencegahan
BACA JUGA:Kasus DBD di Sumsel Capai Ribuan, Angka Kematian 0,54 Persen
Mariam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, menjaga kesehatan dan imunitas tubuh. Ia menegaskan pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.
“Jangan hanya mengandalkan fogging. Masyarakat tetap harus menjaga kebersihan dan tidak membiarkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” katanya.
Puskesmas Sidorejo juga akan melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
Sementara itu, dikutip dari sumber situs kesehatan, bahaya utama demam berdarah dengue (DBD) adalah penurunan trombosit drastis yang dapat memicu komplikasi fatal seperti syok hingga kematian.
BACA JUGA:Mewaspadai Wabah DBD: Gejala, Pencegahan, dan Cara Menanggulangi Demam Berdarah
BACA JUGA: 7 Gejala DBD dan Cara Mencegahnya Yang Harus Diketahui!
Tanda-tanda Komplikasi Dengue-Shock Syndrome (DSS) yakni kondisi darurat saat tekanan darah turun drastis, membuat kulit terasa dingin, lembap, dan pucat.
Perdarahan hebat, penurunan keping darah memicu gusi berdarah, mimisan parah, muntah darah, hingga BAB berdarah. tidak hanya itu juga memicu kerusakan organ vital.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

