iklan nagih
Pemkot PGA

Penerbangan Citilink Rute Pagar Alam - Jakarta Meningkat

Penerbangan Citilink Rute Pagar Alam - Jakarta Meningkat

Foto : Penerbangan Citilink di Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam.-videocaptur-IG atb_airport

PAGARALAMPOS.COM - Aktivitas penerbangan di Bandara Atung Bungsu Kota Pagar Alam menunjukkan perkembangan positif. Jumlah penumpang yang menggunakan layanan penerbangan Citilink rute Pagar Alam-Jakarta dan sebaliknya saat ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Bandara Atung Bungsu (Kasatpel) Sastra S.Sos mengatakan, peningkatan jumlah penumpang tersebut menjadi salah satu indikator semakin tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara dari dan menuju Kota Pagar Alam.

“Untuk saat ini para penumpang yang menggunakan Citilink Pagar Alam-Jakarta dan sebaliknya mengalami peningkatan dibanding tahun lalu,” kata Sastra.

Menurutnya, penerbangan Citilink rute Pagar Alam-Jakarta saat ini melayani penerbangan sebanyak dua kali dalam sepekan. Jadwal keberangkatan dari Pagar Alam menuju Jakarta tersedia setiap Selasa dan Kamis, begitu pula untuk rute sebaliknya.

Untuk harga tiket, penumpang perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp1,6 juta hingga Rp1,7 juta untuk rute Pagar Alam-Jakarta dan Jakarta-Pagar Alam. Harga tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang mengutamakan waktu tempuh lebih singkat dibandingkan perjalanan melalui jalur darat.

BACA JUGA:Pemkot - Citilink Percepat Kerjasama, Penerbangan Jakarta - Pagar Alam Beroperasi Saat Puasa

BACA JUGA:Anggota DPR-RI Sri Meliyana Support Pengembangan Bandara Atung Bungsu

BACA JUGA:Bersinergi Jaga Kamtibmas di Objek Vital, Kapolsek Dempo Selatan Sambang Bandara Atung Bungsu

Selain Citilink, Bandara Atung Bungsu juga melayani penerbangan menggunakan Susi Air dengan rute Bengkulu-Pagar Alam-Palembang. Penerbangan tersebut dijadwalkan satu kali dalam sepekan, yakni setiap Sabtu, dengan kisaran harga tiket Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

Namun, Sastra menjelaskan bahwa jadwal penerbangan tetap menunggu informasi dari pihak pusat. Pelaksanaan penerbangan juga sangat bergantung pada kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara. “Untuk pemberangkatan masih menunggu informasi dari pusat dan juga tergantung dengan cuaca,” jelasnya.

Kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keamanan pesawat saat melakukan pendaratan. Menurut Sastra, pesawat masih dapat melakukan pendaratan apabila jarak pandang mencapai sekitar 1.500 meter. Sementara jika jarak pandang berada di bawah 1.000 meter, pesawat tidak dapat melakukan pendaratan.

Kondisi tersebut membuat faktor cuaca dan kualitas udara menjadi perhatian, terutama di tengah potensi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sastra pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Asap tebal yang ditimbulkan bukan hanya mengganggu kualitas udara, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Atung Bungsu.

BACA JUGA:Pantau Kondusifitas di Objek Vital, Kapolres Pagar Alam Kunjungi Bandara Atung Bungsu

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: