Perkuat Pengendalian Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Foto : Rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara virtual dari Ruang Rapat Besemah Tige, Kantor Walikota Pagar Alam, Senin (7/9/2026).--ist
PAGARALAMPOS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam memperkuat langkah pengendalian inflasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pengendalian inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026.
Rapat koordinasi tersebut diikuti Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pagar Alam, Cholmin Heryadi, secara virtual dari Ruang Rapat Besemah Tige, Kantor Wali Kota Pagar Alam belum lama ini.
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua indikator penting yang harus terus menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurut Tito, menjaga stabilitas harga tidak dapat dipisahkan dari upaya memastikan roda perekonomian tetap bergerak. Karena itu, pemerintah daerah perlu terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah strategis sesuai kondisi perekonomian di wilayah masing-masing.
BACA JUGA:Inflasi di Sumsel Naik Tipis 0,29 Persen, Tekanan Harga Dipicu Kebutuhan Ramadan
BACA JUGA:Rakor Bersama Kemendagri, Bahas Pengendalian Inflasi dan Bahas Program 3 Juta Rumah
Selain persoalan inflasi, Tito juga menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui empat komponen utama yang memiliki peran besar terhadap aktivitas perekonomian.
Keempat komponen tersebut meliputi konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta ekspor neto, yakni selisih antara nilai ekspor dan impor.
Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penggerak utama ekonomi karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Sementara belanja pemerintah diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Di sisi lain, peningkatan investasi juga menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas ekonomi daerah, membuka peluang usaha serta menciptakan lapangan pekerjaan. Adapun ekspor neto turut menjadi indikator dalam melihat kontribusi perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA:Sumsel Diganjar Lima Penghargaan Nasional, Berhasil Kendalikan Inflasi dan Digitalisasi Daerah
BACA JUGA:Prediksi Lonjakan Inflasi, Naiknya Permintaan Pangan Dimomen Nataru
Melalui rakor tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Pengendalian inflasi yang efektif perlu berjalan beriringan dengan kebijakan yang mendorong produktivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi Kota Pagar Alam, koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi perekonomian daerah agar tetap stabil sekaligus memastikan kebijakan pembangunan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

